RASIO KEUANGAN
PENGERTIAN
ANALISIS RASIO KEUANGAN
Analisis rasio
keuangan ialah membandingkan angka-angka yang ada pada laporan keuangan untuk
mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan dan menilai kinerja manajemen dalam
suatu periode tertentu.
Pengertian
Analisis Rasio Kuangan Menurut Para Ahli
- Menurut Ross, Westerfield, dan Jordan, (2009)
yang diterjemahkan oleh Yulianto, Yuniasih dan Christine, Analisis
Rasio Kuangan adalah hubungan yang dihitung dari informasi keuangan suatu
perusahaan dan digunakan untuk tujuan perbandingan.
- Menurut Warsidi & Bambang dalam Fahmi (2011)
Analisis Rasio Keuangan adalah instrumen analisis prestasi dari
perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan, yang
ditujukan utk menunjukan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi
dimasa lalu dan membantu menggambarkan trend pola perubahan tersebut, utk
kemudian menunjukkan risiko dan peluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan.
- Menurut Samryn (2011)
Analisis rasio keuangan ialah suatu cara yang membuat perbandingan
data keuangan perusahaan menjadi lebih arti. Rasio keuangan menjadi dasar utk
menjawab beberapa pertanyaan penting mengenai kesehatan keuangan dari perusahaan.
- Menurut Munawir (2010:106)
Analisis rasio keuangan adalah Future oriented atau berorientasi
dengan masa depan, artinya bahwa dengan analisa ratio keuangan bisa digunakan
sebagai alat utk meramalkan keadaan keuangan serta hasil usaha dimasa
mendatang.
Dengan angka-angka ratio historis atau kalo memungkinkan dengan
angka rasio industri (yang dilengkapi dengan data lainnya) bisa digunakan
sebagai dasar untuk penyusunan laporan keuangan yang diproyeksikan yang
merupakan salah satu bentuk perencanaan keuangan perusahaan.
- James C Van Horne yang dikutip dari kasmir (2008:104)
Rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan 2 (dua) angka
akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya.
JENIS-JENIS RASIO KEUANGAN
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas
adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk melunasi semua
kewajiban yang harus segera dipenuhi atau hutang jangka pendeknya. Perusahaan
yang memiliki cukup kemampuan untuk membayar hutang jangka pendek disebut
perusahaan yang likuid, jika tidak disebut ilikuid.
Rasio
likuiditas yang biasanya digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas perusahaan
antara lain:
·
Current Ratio
Rasio ini
membandingkan aktiva lancar dengan hutang lancar. Current Ratio memberikan
informasi kemampuan aktiva lancar meliputi kas, piutang dagang, efek,
persediaan dan aktiva lainnya. Sedangkan hutang lancar meliputi hutang dagang,
hutang wesel, hutang bank, hutang gaji, dan hutang lainnya yang segera harus
dibayar.
Rumus
current ratio :
Semakin besar
perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi kemampuan
perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Jika rasio lancar 1:1 atau 100%
berarti aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar. Jadi dikatakan sehat
apabila rasio berada di atas 1 atau diatas 100%. Artinya aktiva lancar harus
jauh di atas jumlah hutang lancar.
·
Quick Ratio
Quick ratio atau
acid test ratio yaitu perimbangan antara jumlah aktiva lancar dikurangi
persediaan dengan jumlah hutang lancar. Persediaan tidak dimasukkan dalam
perhitungan quick ratio karena persediaan ialah komponen aktiva lancar yang
paling kecil tingkat likuiditasnya. Quick ratio memfokuskan komponen aktiva
lancar yang lebih likuid seperti kas, surat-surat berharga dan piutang
dihubungkan dengan hutang lancar atau hutang jangka pendek.
Rumus
Quick Ratio yaitu :
Apabila terjadi
perbedaan yang sangat besar antara quick ratio dengan current ratio, dimana
current ratio meningkat sedangkan quick ratio menurun, maka akan terjadi
investasi yang besar pada persediaan.
Rasio ini
menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang
lancar. Semakin besar rasio ini maka semakin baik. Angka rasio ini tidak harus
100% atau 1:1. Meskipun rasio tidak mencapai 100% tapi mendekati 100% sudah
dikatakan sehat.
·
Cash Ratio
Rasio ini
membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang dapat segera menjadi uang kas
dengan hutang lancar. Kas yang dimaksudkan yaitu uang perusahaan yang disimpan
di kantor dan di bank dalam bentuk rekening Koran. Sedangkan harta setara kas
(near cash) ialah harta lancar yang dengan mudah dan cepat bisa diuangkan
kembali, bisa dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Negara yang menjadi domisili
perusahaan bersangkutan.
Rumus
menghitung cash ratio :
Rasio ini
menunjukkan porsi jumlah kas dan setara kas dibandingkan dengan total aktiva
lancar. Semakin besar rasio maka semakin baik. Sama dengan Quick Ratio, rasio
ini tidak harus mencapai 100%.
22. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas
adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi segala
kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang jika perusahaan
dilikuidasi. Perusahaan yang memiliki aktiva atau kekayaan yang cukup untuk
membayar semua hutang-hutangnya disebut solvable, sedang yang tidak disebut
insolvable. Perusahaan yang solvabel belum tentu ilikuid , begitu juga
sebaliknya yang insolvable belum tentu ilikuid.
Macam-macam
rasio keuangan berkaitan dengan rasio solvabilitas yang umumnya digunakan
antara lain :
·
Debt to Equity Ratio
Rasio hutang dengan
modal sendiri atau debt to equity ratio yaitu imbangan antara hutang yang
dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini artinya
modal sendiri semakin sedikit dibanding dengan hutang. Bagi perusahaan
sebaiknya, besar hutang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetap
tidak terlalu tinggi. Semakin kecil rasio ini
maka semakin baik. Maksudnya, semakin kecil porsi hutang terhadap modal,
maka semakin aman.
Rumus
Debt to Equity Ratio:
33. Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas
atau rasio profitabilitas ialah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
suatu perusahaan dalam mendapatkan laba. Perhatian yang ditekankan pada rasio
ini karena hal ini berkaitan erat dengan kelangsungan hidup perusahaan.
Ada
beberapa ukuran rasio rentabilitas yang digunakan antara lain:
·
Profit Margin
Rasio ini digunakan
untuk menghitung sejauh mana kemampuan
perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini
dapat dilihat langsung pada analisis common size untuk laporan rugi laba yaitu
pada baris paling akhir. Rasio ini juga dapat diintepretasikan sebagai
kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya atau ukuran efisiensi perusahaan pada
periode tertentu.
Rumus Profit
Margin:
Rasio ini
menunjukkan berapa besar persentase pendapatan bersih yang didapatkan
perusahaan dari setiap penjualan. Semakin besar rasionya maka semakin baik,
karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
·
Gross Profit Margin
Gross Profit Margin
adalah perbandingan antara laba kotor yang didapatkan perusahaan dengan tingkat
penjualan yang dicapai dalam periode yang sama. Rasio ini menggambarkan laba
kotor yang dapat dicapai setiap rupiah penjualan. Semakin besar rasionya maka
semakin baik kondisi keuangan perusahaan.
Rumus
Gross Profit Margin :
Rasio ini
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang akan menutupi
biaya tetap atau biaya operasi lainnya. Dengan pengetahuan atas rasio ini bisa mengontrol
pengeluaran untuk biaya tetap atau biaya operasi sehingga perusahaan dapat
menikmati laba. Semakin besar rasionya maka semakin baik .
·
Net Profit Margin
Net Profit Margin
atau Margin Laba Bersih ini digunakan untuk mengukur rupiah laba bersih yang
dihasilkan oleh setiap satu rupiah penjualan dan mengukur seluruh efisien, baik
produksi, administrasi, pemasaran, pendanaan, penentuan harga ataupun manajemen
pajak. Semakin tinggi rasionya berarti menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.
Namun apabila
rasionya rendah berarti menunjukkan penjualan yang terlalu rendah untuk tingkat
biaya tertentu, atau biaya yang terlalu tinggi untuk tingkat penjualan
tertentu, atau kombinasi dari kedua hal tersebut.
Rumus Net
Profit Margin :
Rasio ini mengukur
jumlah rupiah laba bersih yang diperoleh setiap satu rupiah penjualan. Semakin
tinggi rasionya maka semakin baik yang berarti menunjukkan kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.
·
Return On Investment (ROI)
Return On Investment
adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan
untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk mengukur
rasio ini yaitu laba bersih setelah pajak atau EAT.
Rumus ROI
:
Rasio ini mengukur
jumlah rupiah laba bersih setelah pajak yang dihasilkan setiap satu rupiah
investasi yang dikeluarkan. Semakin besar rasionya maka semakin baik.
·
Return On Assets (ROA)
Return On Assets
adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang
dimiliki perusahaan. Rasio ini disebut juga dengan rentabilitas ekonomis. Dalam
ROA, laba yang dihasilkan ialah laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT.
Rumus ROA
:
Rasio ini mengukur
tingkat keuntungan atau EBIT dari aktiva yang digunakan. Semakin besar rasionya
maka semakin baik.
44. Rasio Aktivitas
Rasio ini melihat
beberapa asset selanjutnya menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva tersebut
pada tingkat kegiatan tertentu. Aktivitas rendah pada tingkat penjualan
tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada
aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik jika ditanamkan pada
aktiva lain yang lebih produktif.
Rasio
aktivitas yang umum digunakan antara lain:
·
Perputaran Piutang
Rasio ini mengukur
berapa kali, secara rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam setahun. Rasio ini
mengukur kualitas piutang dan efisiensi perusahaan dalam pengumpulan piutang
dan kebijakan kreditnya. Rasio ini biasanya digunakan dalam hubungan dengan
analisis terhadap modal kerja, karena memberi ukuran seberapa cepat piutang
perusahaan berputar menjadi kas. Angka jumlah hari piutang, menggambarkan
lamanya piutang dapat ditagih. Semakin lama jangka waktu pelunasan maka semakin
besar pula risiko kemungkinan tidak tertagihnya piutang.
Rasio
Perputaran Piutang ini dapat dihitung dengan rumus :
Rasio ini mengukur
efektivitas pengelolaan piutang. Semakin tinggi tingkat perputaran maka semakin
efektif pengelolaan piutangnya.
·
Perputaran Persediaan
Rasio ini
menggambarkan likuiditas perusahaan dengan cara mengukur efisiensi perusahaan
dalam mengelola dan menjual persediaan yang dimiliki perusahaan.
Perputaran
persediaan yang tinggi menandakan bahwa semakin tingginya persediaan berputar
dalam satu tahun. Hal tersebut
menandakan efektivitas manajemen persediaaan. Sebaliknya, apabila
perputaran persediaan rendah menunjukkan pengendalian atas persediaan kurang
efektif.
Rumus
Perputaran Persediaan :
Rasio ini mengukur
efektivitas pengelolaan persediaan. Semakin tinggi tingkat perputarannya maka
semakin efektif pengelolaan persediaanya.
·
Perputaran Aktiva Tetap
Rasio ini mengukur
sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva
tetap yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini memperlihatkan sejauh mana
efektivitas perusahaan menggunakan aktiva tetapnya. Semakin tinggi rasio ini
artinya semakin efektif proporsi aktiva tetap.
Perputaran
aktiva tetap dapat dihitung dengan rumus:
Rasio ini mengukur
efektivitas penggunaan aktiva tetap dalam mendapatkan penghasilan. Semakin
tinggi tingkat perputarannya maka semakin efektif penggunaan aktiva tetapnya.
·
Perputaran Total Aktiva
Rasio ini menghitung
efektivitas penggunaan total aktiva. Rasio yang tinggi umumnya menunjukkan
manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah maka manajemen harus
mengevaluasi strategi, pemasaran, dan pengeluaran investasi atau modal.
Rumus
rasio perputaran total aktiva :
Rasio ini ukuran
efektivitas pemanfaatan aktiva dalam menghasilkan penjualan. Semakin tinggi
tingkat perputarannya maka semakin efektif perusahaan memanfaatkan aktivanya.
SUMBER :










Komentar
Posting Komentar