Investasi
INVESTASI
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa
pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut
berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan
suatu harapan mendapatkan keuntungan pada
masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
1. PROPERTI
Mengapa Berinvestasi Properti
?
Properti, sebagai instrumen investasi hingga saat ini
masih menjadi salah satu instrumen yang paling diminati oleh para investor. Hal
ini tidaklah mengherankan, karena setiap orang butuh rumah tinggal, baik itu
rumah tapak maupun rumah susun. Rumah menjadi kebutuhan primer, impian dan
kebutuhan setiap orang, apalagi dengan melihat jumlah penduduk di Indonesia
yang berjumlah lebih dari 250 juta penduduk dan masih akan terus bertambah,
peluang properti sebagai instrumen investasi pun tentu terbuka lebar.
Kebutuhan akan rumah adalah hal yang masih akan ada
selama ada pertumbuhan jumlah penduduk. Mungkin Anda sudah mempunyai rumah,
namun orang-orang di sekitar Anda pun belum tentu memiliki rumah sendiri. Anda
pun, bila memiliki uang berlebih juga dapat memanfaatkan peluang ini dan
membantunya.
Dengan berinvestasi pada properti, bukan berarti Anda
hanya memosisikan sebagai penikmat properti tersebut, Anda pun dapat berperan
sebagai penyedia properti bagi mereka yang belum dapat membeli rumah tinggal
sendiri. Anda dapat menjualnya kembali, atau juga dapat menyewakannya kepada
mereka yang membutuhkan.
Apa Kelebihan dan Kekurangan Investasi
Properti ?
Beberapa keuntungan yang didapat yaitu :
- Nilai properti
cenderung naik dari waktu ke waktu, terutama bila sudah direnovasi.
- Bisa
dipergunakan sebagai passive income, yaitu setelah membeli mungkin rumah
dipergunakan sebagai kos-kosan.
- Properti bisa
dipergunakan sebagai jaminan bila suatu ketika kondisi keuangan investor
sedang di ujung tanduk.
Sedangkan kekurangan atau kelemahannya adalah :
- Bila investor
membeli properti secara kredit, maka bisa jadi biaya cicilan bila ditotal
jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan membeli secara tunai
- Untuk membeli
secara tunai dibutuhkan modal yang sangat besar, terlebih bila properti
berada pada lokasi yang strategis
- Bisa juga
membeli properti dengan harga terjangkau yang tidak terlalu mahal, namun
lokasinya biasanya sangat jauh dari mana-mana dan malah menyulikan
investor bila ingin menjualnya lagi
- Bila ternyata
bahan-bahan dalam pembuatan properti tersebut kurang bagus, maka investor
harus mengeluarkan biaya lagi untuk merenovasi
- Bila investor
tidak sanggup membayar cicilan yang itu artinya properti disita, maka uang
yang sudah terlanjur dibayarkan tidak akan kembali lagi.
- Likuiditasnya
rendah, dalam arti bila investor membutuhkan dana segar dan cepat,
investor tak bisa langsung mendapatkan uang dari hasil penjualan properti
karena untuk mencari pembelinya bukanlah hal yang mudah sekalipun properti
tersebut berada pada lokasi yang strategis
Bagaimana Cara Membeli Properti ?
- Membeli rumah
secara KPR
KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Hal ini berarti sewaktu
ingin membeli properti, Anda akan melakukan pembayaran dengan kredit. Dengan
itu, Anda akan melakukan proses cicilan properti yang dibeli. Besarnya cicilan
yang dibayarkan per bulannya biasanya bergantung pada besarnya DP yang
diberikan di awal.
Perlu diketahui, untuk KPR itu sendiri, DP yang harus
dibayarkan adalah sebesar 30 persen dari harga beli investasi tersebut.
Biasanya, fasilitas seperti ini akan Anda dapatkan melalui lembaga perbankan
dalam bentuk bagunan properti yang akan dibeli.
- Membeli rumah
secara cash
Ada juga orang yang mengatakan lebih baik untuk membeli
rumah secara cash. Faktanya, jika Anda memiliki sejumlah dana yang menganggur,
Anda disarankan untuk membeli rumah secara cash.
Apalagi jika dana yang dimiliki sudah dipisah-pisahkan
dengan dana untuk asuransi kesehatan, dana darurat, dana portofolio investasi,
tabungan, dan lain sebagainya.
Ketika hendak membeli rumah secara cash, Anda perlu untuk
mempersiapkan dana tambahan yang biasanya digunakan untuk mengurus
sertifikat-sertifikat penting mengenai properti yang dibeli. Hal ini dilakukan
untuk meminimalisasi penipuan yang akan terjadi.
Risiko Investasi Properti?
1. Terhadang Regulasi Pemerintah
Tersangkut masalah perizinan biasanya adalah risiko
investasi properti yang harus Anda hadapi. Bila Anda menginvestasikan uang Anda
pada sebuah pengembang untuk membangun properti skala besar biasanya akan
terhadang masalah perizinan dari pemerintah.
Atau bila Anda kurang hati-hati, Anda pun dapat saja
tertipu penjual yang menjual properti sengketa atau properti yang berada di
ruang hijau yang sebetulnya tidak boleh digunakan untuk bangunan.
Untuk meminimalkan risiko investasi properti tsb maka
Anda dituntut untuk aktif mencari informasi mengenai rencana tata kota dan
memeriksa surat-surat bukti kepemilikan properti tsb.
2. Masalah Kredit Bank
Risiko investasi property lainnya adalah tersangkut
kredit bank bila Anda akan membeli properti tersebut secara kredit. Bila tidak
disetujui, bisa saja uang booking fee atau tanda jadi Anda akan hilang. Jadi
sebaiknya Anda ketahui dulu persyaratan kredit sebelum Anda akan memulai
investasi ini.
3. Rusaknya Bangunan
Seiring dengan waktu maka bangunan akan mengalami
kerusakan apalagi bila tidak dilakukan perawatan secara berkala. Rusaknya
bangunan ini tentunya akan menurunkan harga jual dan merupakan risiko investasi
properti yang harus dihadapi. Sebaiknya Anda lakukan pemeriksaan dulu mengenai
kondisi fisik bangunan sebelum Anda membelinya dan lakukan perawatan berkala
agar bangunan tsb dapat bertahan lama dan memiliki harga jual yang semakin
naik.
4. Sulit Dijual
Risiko investasi properti berikutnya adalah sulitnya
menjual kembali terutama bila Anda melakukan investasi tanah atau di lokasi
yang kurang strategis. Jadi sebaiknya lakukan survey dulu apakah lokasi tsb ada
kemungkinan berkembang atau tidak.
Return Investasi Properti
Return on Investment (RoI) adalah ukuran yang paling
populer digunakan untuk menentukan nilai atau keuntungan dari investasi
properti. RoI merupakan persentase dari total laba—yang didapat dari capital
gain dan income dari sewa—dikurangi total investasi dan dibagi total investasi.
RoI = (total laba – total investasi) / total investasi x
100%
Sebagai contoh, seorang investor membeli apartemen
seharga Rp330 juta. Dua tahun kemudian harganya menjadi Rp400 juta. Kebetulan
unit apartemen tersebut disewa dengan harga Rp3 juta per bulan (Rp36 juta per
tahun) dan dibayar sekaligus di muka selama dua tahun, sehingga selama dua
tahun, dia memperoleh uang sewa Rp72 juta.
Jadi, dalam dua tahun penghasilan yang didapat adalah:
penghasilan dua tahun : Rp72 juta (sewa selama 2 tahun)
capital gain dua tahun : Rp70 juta (Rp400 juta – Rp330
juta)
Sehingga, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp142 juta
(Rp70 juta + Rp72 juta)
Jadi, RoI = Rp142
juta/Rp330 juta x 100% = 43% dalam 2 tahun, atau 21,5% per tahun.
Sebagai catatan, semakin lama properti itu dikuasai dan
disewakan, maka angka RoI cenderung akan lebih tinggi.
Ragam Investasi Properti ?
·
Residensial atau
Tempat Hunian
Residensial adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat
tinggal atau hunian. Bangunan yang termasuk tipe residensial ini adalah rumah
atau perumahan, rumah susun, apartemen, bangunan asrama mahasiswa/pelajar,
kondominium dan villa.
·
Bangunan Komersil
atau Tempat usaha
Bangunan komersil merupakan bangunan yang digunakan untuk
keperluan komersil atau bisnis. Yang termasuk bangunan komersil ini adalah
gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, gedung pelayanan dan pusat profesional
seperti bangunan rumah sakit, hotel, motel, kondotel dan superblok atau komplek
bangunan yang digunakan untuk komersil dan residensial.
·
Bangunan Industri dan
Bangunan penelitian-pengembangan
Bangunan untuk keperluan industri ini adalah seperti
bangunan pabrik atau manufaktur, perakitan atau assembling. Bangunan untuk
penelitian dan pengembangan juga memiliki karakter yang berbeda dengan bangunan
lainnya.
·
Bangunan untuk Keperluan Pertanian, perkebunan,
peternakan dll
Bangunan seperti ini memiliki ciri khusus seperti jika
bangunan dipergunakan untuk keperluan perkebunan maka bangunan itu dibangun di
lokasi yang bisa menunjang kegiatan usaha perkebunan. Begitu juga bangunan
untuk keperluan pengolahan kayu dan pergudangan yang mempunyai ciri khas
memiliki ruangan yang luas sebagai tempat beraktifitas di dalamnya.
·
Properti untuk Tujuan
khusus
Bisnis properti seperti ini adalah digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
yang yang bersifat khusus, seperti tempat ibadah, sekolah, bandar udara, tempat
hiburan, bioskop, terminal bus, stasiun kereta api, lapangan golf, ruang
pertemuan, kebun binatang dan lain-lain. Propertiini memiliki desain khusus
sesuai dengan kebutuhannya.
2.
LOGAM MULIA (EMAS)
Mengapa Emas Termasuk Instrumen
Investasi?
Emas merupakan logam mulia yang cukup diminati banyak
masyarakat. Bagaimana tidak? Dengan bentuk menarik, perhiasan satu ini berhasil
memikat perhatian banyak orang karena dikenal sebagai barang investasi dengan
kepastian bahwa akan memberikan keuntungan bagi para pemiliknya. Tidak
mengherankan, karena investasi emas memiliki keuntungan utama di mana
kecenderungan harganya yang selalu naik dari tahun ke tahun. Hal ini jelas
memberikan keuntungan bagi para pemiliknya, terutama blia selisih harga beli
dan harga jualnya cukup besar.
Menjadi rahasia umum bila masyarakat menjadikan emas
sebagai salah satu bentuk investasi untuk dipetik hasilnya di masa mendatang.
Berbagai bentuk emas begitu diminati, seperti bentuk emas perhiasan, emas
dinar, dalam bentuk batangan, bisa juga tabungan emas yang fungsinya untuk
pendanaan pendidikan, biaya kesehatan, untuk keperluan biaya naik haji, bahkan
membeli rumah.
Apa kelebihan dan Kekurangan Berinvestasi
Emas?
Beberapa keuntungan emas sebagai Investasi :
- Dengan emas
kekayaan yang anda simpan akan terbebas dari nilai inflasi.
- Harga emas akan
cendrung naik, bukan karena USD tapi karena suply/demand minyak dan barang
tambang.
- Investasi emas
tergolong invesatsi yang Low-Risk, karena harga emas dalam jangka panjang
selalu naik.
- investasi dalam
bentuk Logam Mulia, karena ketika menjualnya anda tidak dikenai ongkos
pembuatan seperti perhiasan emas dari pada emas perhiasan.
- Investasi dalam
bentuk Emas Lebih Liquid dari pada investasi dalam bentuk lain (mudah
dicairkan kedalam bentuk uang bila diperlukan).
Beberapa kelemahan dalam berinvestasi dengan emas:
- Kebanyakan Toko
Emas sedikit tertutup untuk memberikan keterangan atau pengarahan
kepada konsumen secara terbuka
masalah harga dan pertimbangan investasi.
- Kebanyakan
pemilik emas mengalami kesulitan
ketika menjual emas, karena tidak mengetahui standart perhitungan
emas. Sedangkan toko emas sendiri
tidak transparant dalam menerapkan standart harga jual-beli emas seperti
harga dolar.
- Investasi Emas
dalam jumlah banyak misalnya diatas 1kg, akan memerlukan keamanan khusus.
biasanya beberapa orang memilih menggunakan brankas kecil untuk menyimpan,
tapi cara lain yang lebih aman lagi adalah dengan menyewa safety box
dibank.
- Emas lebih baik
untuk investasi jangka panjang.
Bagaimana Cara Membeli Emas untuk Investasi?
- Teknik Investasi
Emas Klasik
Menerapkan teknik investasi emas klasik maksudnya adalah
membeli emas disaat harga cukup murah dan menjualnya kalau sudah naik dan
selisih jualnya cukup banyak. Teknik yang sering dilakukan oleh para orang tua
jaman dulu telah terbukti cukup efektif jika dilakukan dalam waktu tepat dan dalam
masa yang lama. Dengan menjalankan teknik ini bisa dikatakan emas yang Anda
miliki ini menjadi investasi jangka panjang misalnya kurung waktu 5 sampai 10
tahun.
- Membuat Tabungan
Emas
Menabung emas memang benar-benar kita menabung
menggunakan emas, bukan uang. Misalnya tiap bulan kita akan menabung 1 gram
emas. Saat tabungan ini sudah terkumpul, maka kita bisa jadikan sebagai alat
untuk membeli berbagai macam kebutuhan, misalnya untuk membeli mobil, rumah,
biaya haji, umroh, menikah, asuransi kesehatan keluarga, liburan , pendidikan
anak dan lainnya.
Dengan menjalankan tips dengan konsep menabung emas ini,
kita tidak akan mengenal inflasi. Jadi tabungan kita akan tetap utuh bahkan
cenderung meningkat meski ada inflasi pada produk yang kita inginkan di masa
depan. Hal ini dikarenakan kenaikan inflasi yang ada akan segera tertutupi
dengan harga emas saat dikonversi menjadi emas dalam gram.
- Investasi Emas
Dijadikan Modal Usaha
Strategi yang satu ini seringkali dijalankan dengan
sistem gadai. Jadi misalnya Anda memiliki emas 100 gram, maka untuk
meningkatkan nilai emas, kita sebaiknya menggadaikannya. Kemudian, uang hasil
gadai dijadikan modal usaha dan bisnis. Untuk benar-benar menjalankan teknik
ini, Anda harus paham bahwa sistem ini memiliki kelemahan tersendiri, yaitu
ketika bisnis bangkrut, maka emas kita akan hilang atau berkurang. Tapi bila
usaha kita maju, maka bukan tidak mungkin anda bisa meningkatkan jumlah emas
yang Anda miliki.
- Teknik Kebun
Emas
Teknik kebun emas memang sempat booming di tahun 2010-an
keatas. Tapi ternyata konsep investasi ini perlahan ditinggalkan karena dirasa
sudah tidak cocok lagi. Terlebih lagi, teknik ini menggunakan pegadaian yang
apabila dihitung-hitung, biayanya cukup tinggi dan tidak balik modal kalau
harga emas 'terjun bebas' seperti di tahun 2013 lalu.
- Investasi Emas
Sistem Forex Trading
Terakhir, cara berinvestasi emas Antam yang menguntungkan
untuk para pemula adalah dengan menggunakan sistem Forex Trading. Dalam menjalankan cara ini Anda akan
menggunakan emas sebagai modal usaha atau deposit trading. Emas yang Anda
miliki akan digadaikan dan dijadikan modal trading. Bagi Anda yang tidak suka
dengan risiko, lebih baik menghindari strategi ini karena trading forex
merupakan bisnis berisiko tinggi atau high risk high return. Jika Anda belum
ahli dalam dunia trading forex, maka sebaiknya memilih cara dan strategi
investasi lainnya.
Resiko Investasi Emas ?
ü Bentuknya
kurang praktis
Salah satu kelemahan dari investasi emas adalah karena
fisiknya yang kurang praktis sehingga membutuhkan tempat penyimpanan yang
dilengkapi keamanan yang ekstra. Apalagi jika anda memiliki emas-emas batangan
dalam jumlah yang begitu besar tentunya tidak dapat menyimpannya di sebuah
brankas yang kecil.
Selain itu, faktor keamanan juga berpengaruh. Jika jumlah
emas yang dimiliki begitu banyak, tentunya hal ini akan mengundang risiko
kejahatan. Sehingga dibutuhkan keamanan yang ekstra untuk menjaga emas-emas
itu.
Sebagai solusinya, anda dapat menggunakan safe deposit
box yang biasanya ada di bank atau pegadaian. Namun tentunya hal ini
membutuhkan biaya tambahan setiap bulan atau tahunnya. Selain itu, berikut ada
beberapa tips aman yang bisa dicoba untuk menyimpan emas anda.
- Simpan emas di
dalam kotak besi brankas
- Menggunakan
fasilitas pool account
- Menggadaikan
emas di pegadaian
ü Risiko
Kehilangan
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bentuk fisik dari
emas tidaklah praktis dan membutuhkan tempat penyimpanan. Selain itu, keadaan
fisik emas yang mencolok juga dapat mengundang kejahatan sehingga risiko
kehilangan emas tentu akan mudah dialami terutama bagi anda yang memilih jenis emas
perhiasan dan sering digunakan. Jika hal ini sampai terjadi, tentunya anda akan
mengalami kerugian yang cukup besar.
ü Warna
emas dapat memudar
Risiko lainnya yang bisa saja didapatkan ketika
berinvestasi dengan emas adalah warna pada emas dapat memudar sehingga
menurunkan nilai jual emas. Warna emas bisa memudar dengan cepat apalagi jika
tidak melakukan perawatan dengan benar.
Nilai jual emas yang turun tentunya akan membuat anda
mengalami kerugian. Sehingga sangat disarankan bagi yang berivestasi dengan
emas agar merawat dengan baik emas-emas anda agar nilai jualnya tetap tinggi.
ü Emas
palsu
Bagi yang masih awam dalam bisnis investasi emas,
tentunya harus sangat memperhatikan risiko yang satu ini karena sangat rawan
terjadi. Bahkan tidak hanya pihak individual saja yang dapat mengalami penipuan
seperti ini, pihak bank atau pegadaian juga bisa saja mengalami penipuan
seperti ini.
Baik emas dalam bentuk batang, perhiasan, koin, dan
lainnya dapat mudah dipalsukan saat ini. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika
melakukan transaksi jual beli emas di tempat yang mas misalnya saja seperti
bank syariah, pegadaian, toko-toko emas yang memang sudah tepecaya.
ü Masalah
pada teknis
Banyak sekali orang yang belum memahami dengan benar
tentang standar dan perhitungan harga emas yang berlaku. Sehingga pada saat
ingin menjual emas, hasil yang didapatkan akan kurang maksimal.
Bahkan bagi yang masih awam, anda bisa saja ditipu dengan
perhitungan yang tidak transparan sehingga nilai jual emas anda tidak terlalu
tinggi. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika anda mempelajari terlebih dahulu
standar harga serta perhitungan yang tepat dari emas sehingga proses jual beli
emas tepat dan tidak merugikan anda nantinya.
ü Praktik
investasi bodong
Hal yang satu ini mungkin kerap terjadi pada saat
melakukan investasi emas, terutama bagi anda yang masih pemula dalam bidang
ini. Ada beberapa pihak yang biasanya menawarkan investasi emas dengan
keuntungan yang cukup besar.
Namun jika anda mengalami hal ini, sebaiknya jangan
tertarik terlebih dahulu. Bisa saja hal ini merupakan salah satu tindakan
penipuan. Akan lebih aman jika anda berinvestasi emas di tempat yang sudah
tepecaya.
Return Investasi Emas ?
Keuntungannya tidak terlalu tinggi, namun investasi jenis
ini dinilai aman dan likuid, paling tidak harta kita tidak akan tergerus.
Meski demikian, ada beberapa kelemahan berinvestasi di
emas atau logam mulia. Investor harus punya tempat khusus untuk menyimpan
emas-emasnya itu.
Selain itu, saat ini kilau emas sudah tidak lagi
cemerlang seperti 12 tahun silam. Dulu, kenaikan harga emas atau logam mulia
setiap tahunnya bisa lebih dari 12%.
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, kenaikan harga emas
mulai terbatas, hanya 10-12% setiap tahunnya. Bahkan, dalam 5 tahun terakhir,
kenaikan harga emas hanya 6-7% per tahun.
Ragam Produk Emas ?
- Emas
Batangan
Emas batangan adalah emas yang berbentuk batangan atau
logam, seperti logam mulia ANTAM. Emas batangan ini merupakan investasi emas
yang paling populer dan aman, karena emas batangan dapat dijual dengan mudah
dan cepat serta tidak dikenai pajak ataupun biaya lainnya. Sehingga sangat
patut sekali untuk dijadikan pilihan dalam berinvestasi.
- Emas Perhiasan
Saat kita membeli perhiasan emas di toko perhiasan maka
kita juga diharuskan untuk membayar lebih banyak dikarenakan adanya ongkos
pembuatan emas dan akan dikenai pajak (PPN). Dan saat kita ingin menjual perhiasan
emas kembali, biasanya toko perhiasan hanya akan membayar emasnya saja. Jadi
ongkos pembuatannya tidak dihitung, sehingga harga jual emas menjadi berkurang.
Maka dari itu investasi perhiasan emas sangat tidak disarankan untuk investasi
jangka pendek. Investasi emas perhiasan lebih cocok untuk investasi jangka
panjang.
- Koin Emas
Koin emas sering dijadikan investasi bagi seseorang yang
ingin memiliki tabungan untuk mempersiapkan ibadah haji, maka dari itu sering
disebut ONH (Ongkos Naik Haji). Investasi ini sebenarnya sama dengan investasi
emas lainnya karena memiliki harga yang mengikuti harga mata uang asing (dolar
Amerika Serikat) dan aman terhadap inflasi.
- Dinar Emas
Dinar emas merupakan sarana investasi yang tahan terhadap
inflasi sehingga nilai instrinsiknya tidak menyusut. Di Indonesia, Dinar Emas
diproduksi UBPP Logam Mulia PT Aneka Tambang yang telah memiliki kualitas
standar internsional dan telah disertifikasi LBMA.
- Emas Kuno
Emas kuno berbentuk koin yang telah berumur ratusan
hingga ribuan tahun. Emas kuno memiliki harga jual tinggi karena memiliki nilai
sejarah sehingga sangat baik jika dijadikan koleksi dan sarana investasi.
- Emas Lokal
Emas lokal (cukim) merupakan emas yang proses
pemurniannya dilakukan oleh industri-industri kecil atau industri rumah tangga
di suatu daerah. Karena itu, harga emas lokal di masing-masing daerah tidak
sama, bergantung pada tingkat kemurniannya.
1. Sertifikat
Emas
Sertifikat emas merupakan bukti kepemilikan emas yang
tersimpan di bank suatu Negara. Sertifikat emas ini merupakan investasi yang
menguntungkan dan aman karena seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya
penyimpanan emas, berbeda dengan investasi emas dalam bentuk fisik yang
membutuhkan biaya penyimpanan di safe deposit box yang ada di bank.
2. Saham
Perusahaan Emas
Harga saham perusahaan akan bergerak naik apabila keadaan
pasar emas sedang naik. Harga saham perusahaan bergerak naik lebih cepat
daripada harga emas fisik. Meskipun menguntungkan, tapi tetaplah berhati-hati
karena investasi ini memilki risiko.
3. Kontrak
Emas Berjangka
Dengan perkembangan teknologi yang cepat, maka semakin
mudah dalam berinvestasi. Salah satunya emas dapat diperjualbelikan sebagai
komoditas di pasar perdagangan berjangka (futures trading). Sehingga seseorang
tidak perlu memegang fisik emas, cukup dengan bukti administrasi kepemilikan.
Perdagangan emas berjangka termasuk produk trading derivative product, yang
memiliki leverage tinggi.
4. Reksa
Dana Emas
Investasi ini tetap memberikan keuntungan pada seseorang
tanpa harus menyimpan emas fisik. Reksa Dana Emas ini tidak hanya ditanamkan
pada perdagangan emas fisik, namun juga dilibatkan dalam transaksi saham
perusahaan pertambangan emas.
Sayangnya di Indonesia belum ada investasi reksa dana
emas, (sampai tahun 2017). Jika teman-teman pembaca ada yang mendengar
informasi tersebut, silakan share atau beri info melalui kolom komentar di
bawah ini, terima kasih.
5. ETF
(Exchande Trade Funds) Emas
ETF (exchange trade funds) merupakan jenis reksa dana
emas yang sahamnya dapat diperdagangkan di bursa efek (pasar modal). ETF
memiliki sedikit perbedaan dengan reksa dana, dimana transaksi jual beli ETF
dengan reksa dana berbasis emas melalui lantai bursa.
Di Indonesia belum ada produk investasi ETF emas. Sejauh
ini jenis ETF yang ada adalah ETF untuk perdagangan saham. Dalam artikel ini
kami coba cari informasi mengenai cotntoh ETF emas.
3. OBLIGASI
Mengapa Obligasi Termasuk Instrumen
Investasi?
Bagi sebagian orang, investasi obligasi masih merupakan
hal yang awam dan banyak diketahui. Hal ini dikarenakan rata-rata masyarakat
belum terlalu mengenal bentuk investasi obligasi, sehingga masih banyak yang
menyimpan uangnya di deposito.
Namun demikian, hasil investasi dari menyimpan uang di
deposito tidak menjamin nilai uang seseorang tidak tergerus inflasi. Menanggapi
hal ini, obligasi dapat menjadi alternatif investasi karena dapat memberikan
hasil investasi yang lebih tinggi. Obligasi bisa jadi jawaban bagi yang ingin
mencari keamanan berinvestasi untuk kebutuhan keuangan di masa depan.
Kelebihan Dan Kekurangan Obligasi ?
- Tingkat bunga obligasi bersifat konsisten, dalam arti
tidak dipengaruhi harga pasar obligasi
- Pemegang obligasi dapat memperkirakan pendapatan yang
akan diterima, sebab dalam kontrak perjanjian sudah ditentukan secara pasti
hak-hak yang akan diterima pemegang obligasi
- Investasi obligasi dapat pula melindungi resiko
pemegang obligasi dari kemungkinan terjadinya inflasi
- Obligasi dapat digunakan sebagai agunan kredit bank dan
untuk membeli instrumen aktiva lain
- Tingkat bunga pasar keuangan dengan harga obligasi
mempunyai hubungan negatif,apabila harga obligasi naik maka tingakat bunga akan
turun dan sebaliknya
- Tingkat likuiditas obligasi rendah,hal ini dikarenakan
pergerakan harga obligasi,khususnya apabila harga obligasi menurun
- Resiko penarikan,apabila dalam kontrak perjanjian
obligasi ada persyaratan penarikan obligasi,perusahaan dapat menarik obligasi
sebelum jatuh tempo dengan membayar sejumlah premi
- Resiko kecurangan apabila perusahaan penerbit mempunyai
masalah likuiditas dan tidak mampu melunasi kewajibannya ataupun mengalami
kebangkrutan,maka pemegang obligasi akan menderita kerugian
Cara Membeli Obligasi ?
ü Membuka
Rekening
Bagi Anda yang akan menjadi investor obligasi, tahap awal
yang perlu Anda lakukan adalah memilih perusahaan sekuritas yang memiliki
divisi fixed income yang menangani pembelian dan penjualan obligasi.
Mengingat investasi obligasi memiliki risiko yang tinggi,
Anda perlu lebih selektif dalam melakukan pemilihan perusahaan yang akan
menjadi tempat saluran dana investasi Anda.
Anda disarankan untuk memiliki perusahaan dengan
pengalaman, tim yang solid – baik trader atau dealer ataupun riset serta fee yang
kompetitif.
Informasi mengenai perkembangan dan perdagangan obligasi
setiap bisa Anda dapatkan melalui pembukaan rekening. Dengan demikian
pergerakan pasar obligasi secara akurat dan up to date juga Anda dapatkan.
ü Pahami
Produk Obligasi
Pahami secara pasti dan mendetail bahkan menyeluruh
mengenai produk investasi, potensi risiko dan juga setiap keuntungan yang Anda
dapatkan melalui investasi obligasi.
Anda disarankan untuk mempelajari setiap instrument
obligasi secara lengkap agar Anda dapat mengenal jenis investasi dengan baik
dan mempermudah Anda dalam pengambilan keputusan investasi.
Setiap instrument obligasi dapat Anda pelajari secara
mandiri ataupun informasi yang Anda dapatkan dari bagian riset perusahaan
sekuritas, tempat Anda membuka rekening atau bisa juga melalui internet.
ü Lakukan
Analisis
Analisis perlu dilakukan agar keputusan yang diambil
dapat sesuai dengan apa yang diinginkan, yaitu kestabilan pendapatan.
- Lakukan
analisis seperti kupon, jangka waktu, nilai penerbitan dan peringkat.
- Pertimbangkan
juga latar belakang dari profil penerbit (debitur).
- Gali
informasi selengkapnya mengenai hal tersebut agar Anda mendapatkan kesimpulan
apakah Anda akan meminjamkan uang Anda pada perusahaan tersebut atau tidak.
- Pertimbangkan
untung rugi dengan mendetail.
- Sangat
disarankan agar Anda membandingkan antara obligasi yang sejenis.
ü Amanat
Beli Kepada Trader atau Broker
Jika Anda sudah melalui tahap analisis, Anda akan
memperoleh jenis obligasi yang ingin dibeli.
Setelah itu, Anda dapat memberikan amanat pembelian
kepada trader atau broker obligasi yang telah Anda pilih.
Selanjutnya, pihak trader akan melakukan pembelian
obligasi sesuai dengan jenis serta harga yang diinginkan.
ü Persiapkan
Dana Investasi
Setelah amanat pembelian diajukan, tentu dana investasi
perlu Anda persiapkan. Jangan sampai Anda mengalami keterlambatan pembayaran
karena akan mendapatkan penalti.
Selain, itu jangan biarkan melakukan penempatan dana
tunai yang mendadak karena akan mengganggu kelancaran aliran arus kas keuangan
Anda dan keluarga.
ü Penyelesaian
Pembayaran
Pembayaran obligasi dapat dilakukan melalui transfer ke
rekening perusahaan sekuritas yang bersangkutan.
Obligasi yang Anda beli akan tercantum dalam rekening
perusahaan sekuritas yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).
Selanjutnya, administrasi pembukuan akan dilakukan oleh
bank kustodian perusahaan sekuritas.
Resiko Investasi Obligasi ?
1. Risiko
Likuiditas
Risiko Likuiditas adalah risiko yang memang akan melekat
pada semua jenis obligasi, baik itu obligasi pemerintah maupun obligasi
korporasi.
Dilihat dari penyebabnya, risiko ini muncul karena adanya
kemungkinan tidak likuidnya suatu obligasi yang diperdagangkan atau dengan kata
lain obligasi tersebut tidak mudah untuk dijual di pasar sekunder.
Bagi para investor obligasi pasti memahami hal ini dimana
pasar sekunder obligasi tidak seramai pasar sekunder saham.
Di pasar sekunder saham saja tetap ada saham yang tidak
likuid, demikian juga dalam pasar obligasi.
Jika muncul cukup banyak permintaan beli akan obligasi
atau dengan kata lain ada pihak yang berperan sebagai market maker (pembeli)
atau penjual stand-by, maka obligasi akan menjadi likuid.
2. Risiko
Maturitas
Risiko ini walaupun juga melekat pada semua jenis
obligasi, namun risiko maturitas lebih mengarah pada obligasi korporasi dan
berkaitan dengan masa jatuh tempo obligasi.
Para investor obligasi pasti sudah mengerti akan hal ini
dimana semakin lama jatuh tempo suatu obligasi makan semakin besar juga tingkat
ketidakpastian sehingga semakin besar pula risiko maturitas-nya.
3. Risiko
Default
Risiko default hanya terdapat pada jenis obligasi
korporasi.
Oleh karena obligasi korporasi tidak dijamin oleh
pemerintah seperti ORI dan SUN, maka para investor obligasi yang berinvestasi
pada jenis obligasi korporasi harus menyadari betul jika investasinya tidak
kembali jika obligasi jatuh tempo atau korporasi mengalami kebangkrutan.
Return Investasi Obligasi ?
PASAR OBLIGASI: 2017, Investasi Obligasi Diprediksi
Berikan Return 8,9%-13,4%
Bisnis.com, JAKARTA— Mandiri Sekuritas memprediksi pasar
obligasi dengan denominasi rupiah masih akan memberikan return positif pada
tahun ini, meski tidak akan sebesar pada 2016.
Head of Fixed Income Research PT Mandiri Sekuritas Handy
Yunianto mengatakan pada 2017, Mandiri Sekuritas memprediksi adanya return
positif dalam investasi di pasar obligasi rupiah, meski tidak akan sebesar
kinerja 2016.
Hal tersebut seiring dengan hilangnya sejumlah katalis
positif, seperti yield global bond, yang kemungkinan sudah berada di posisi
terbawah (bottomed) karena pengetatan kondisi moneter global, dan lemahnya
nilai mata uang karena kenaikan Fed Fund Rate.
Volatilitas juga kemungkinan akan tinggi tahun ini karena
semakin tingginya tingkat ketidakpastian seiring dengan hasil Brexit dan agenda
politik di AS dan negara-negara Eropa.
Handy memprediksi nilai pasar wajar untuk yield obligasi
rupiah pemerintah bertenor 10 tahun pada 7,25% (rentang: 6,91%-7,55%, vs. 7,97%
pada akhir 2016-YE2016). Prediksi tersebut dengan asumsi yield obligasi
pemerintah AS (US treasury) bertenor 10 tahun pada 2,6%, suku bunga 7-day
reverse repo rate pada 4,75%, credit defaut swap (CDS) tenor 5 tahun pada 157,
dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rp13.400 pada YE2017.
“Prediksi itu memberikan cerminan rerata return dari investasi
pada obligasi rupiah pemerintah pada rentang 8,9%-13,4% pada 2017,” jelas Handy
dalam risetnya, Senin (23/1/2017).
Sementara, pada 2016, ada sejumlah event global yang
mengejutkan. Mulai dari Brexit dan hasilnya, kemenangan Trump dalam persaingan
memperebutkan kursi presiden AS, persetujuan OPEC untuk menurunkan produksi
minyak, dan keputusan suku bunga yang lebih agresif (hawkish) dari federal open
market committee (FOMC) di AS pada Desember.
Meski demikian, pasar obligasi (bond) rupiah Indonesia
memiliki ketahanan dan membukukan keuntungan solid 14% (16,7% dalam mata uang
US$) sejak rerata yield surat utang pemerintah turun 55 bps pada 2016.
Kemudian, obligasi rupiah Indonesia berada di posisi
teratas di pasar obligasi mata uang lokal pemerintah Asia. Hal tersebut sejalan
dengan prediksi positif Mandiri Sekuritas terhadap pasar obligasi rupiah
setahun lalu.
Ragam Produk Obligasi ?
Ø Obligasi
Suku Bunga Tetap
Ø Obligasi
Suku Bunga Mengembang (Floating Rate Note)
Ø Obligasi
Berimbal Hasil Tinggi (Junk Bond)
Ø Obligasi
Tanpa Bunga
Ø Obligasi
Inflasi
Ø Obligasi
Indeks Berbasis Ekuiti
Ø Obligasi
Subordinasi
Ø Obligasi
Abadi
Ø Obligasi
Atas Unjuk
Ø Obligasi
Tercatat
4. REKSADANA
Mengapa Reksadana Termasuk Instrumen
Investasi?
Salah satu alternatif investasi adalah reksa dana, yang
merupakan pilihan yang cocok untuk investor pemula yang ingin memulai
berinvestasi. reksa dana cocok untuk investor pemula karena dapat dimulai
dengan modal yang sedikit dan dikelola secara profesional oleh manajer
investasi, yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lantas
apa itu reksa dana?
Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari
masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan
diinvestasikan oleh manajer investasi, ke dalam beberapa instrumen investasi
seperti saham, obligasi, atau deposito. Reksa dana merupakan instrumen
investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta manajer investasi yang
mengelolanya juga terdaftar dan diawasi oleh OJK. Jadi Anda tidak perlu
khawatir dana Anda akan hilang
Apa Kelebihan dan Kekurangan Berinvestasi
Reksadana?
- Tidak
perlu dana besar. Hanya dengan satu juta rupiah atau kurang, Anda sudah bisa
berinvestasi pada saham berbagai perusahaan.
- Diawasi
oleh Pemerintah. Reksa dana diatur dan diawasi oleh Pemerintah dari mulai
tata-cara penjualan, penempatan dana, sampai rincian jenis informasi yang harus
disediakan kepada calon pembeli.
- Ada
banyak pilihan. Anda dapat menemukan reksa dana yang mengkhususkan diri pada
pasar uang, pendapatan tetap, saham, atau campuran. Reksa dana saham dapat
berfokus pada perusahaan tertentu seperti LQ 45, syariah index, dll.
- Imbal
hasil tidak dijamin. Anda tidak bisa tahu berapa persen tingkat pengembalian
dari uang Anda yang ditanamkan di reksa dana. Anda bahkan tidak tahu apakah
uang itu bisa kembali seluruhnya karena reksa dana tidak termasuk jenis
investasi yang dijamin oleh Pemerintah.
- Tidak
dirancang sebagai investasi jangka pendek. Dengan beberapa pengecualian,
terutama reksa dana pasar uang, reksa dana umumnya dirancang untuk investasi
jangka panjang yang nilainya tumbuh dari waktu ke waktu namun dapat naik-turun
secara tajam di sepanjang waktu. Bila Anda menarik dana Anda pada jenis
reksadana seperti itu saat posisi pasar sedang di bawah, Anda mungkin akan
kehilangan uang. Dalam hal ini, reksa
dana bukanlah pilihan pertama untuk dana darurat.
- Fee
dan biaya. Pengelola reksa dana membebani management fee, komisi penjualan,
denda penarikan, dll pada uang yang Anda tanamkan. Beban-beban tersebut
dihitung dengan berbagai cara, seperti persentase dana atau per transaksi. Anda
perlu mencermati apakah biaya yang dikeluarkan sepadan dengan imbal hasil
investasi yang diberikan.
Bagaimana Cara Pembelian Reksadana untuk
Investasi?
- Skema MI
Datangi manajer investasi (MI) atau agen penjual
reksadana.
Mengisi formulir transaksi dilengkapi identitas diri.
Nilai aktiva bersih (NAB) per unit penyertaan bisa
berubah setiap hari tergantung waktu pengembalikan formulir pembelian plus
menyetor dana ke bank kustodian. Ingat pembayaran lewat rekening atau transfer
ke bank kustodian, tidak langsung secara tunai ke agen penjual atau manajer
investasi.
Investor mendapat surat konfirmasi sebagai bukti
kepemilikan, namun bisa juga manajer investasi hanya akan mengirimkan laporan
bulanan tentang perkembangan hasil investasinya.
Cermati biaya pembelian atau biaya-biaya lain seperti
biaya pengalihan dan biaya penjualan kembali.
- Skema Bank
Selain pembelian langsung lewat MI, skema lain untuk
membeli reksadana bisa melalui Bank. Ada beberapa bank yang melayani pembelian
reksadana misalnya BCA, bank Mandiri dan Bank Commonwealth.
Sedangkan bila langsung ke MI yang menjual reksadana,
harus terlebih dahulu melakukan transfer dana dan konfirmasi ulang pembayaran.
Namun agak disayangkan tidak semua customer service maupun
tenaga marketing dibekali pengetahuan tentang reksadana, meskipun bank yang
bersangkutan sebenarnya menjual reksadana. Sehingga penting bagi pihak bank
untuk mempersiapkan SDM terutama customer service maupun marketing untuk
memahami dengan baik apa itu reksadana.
Return Investasi Reksadana?
Dalam investasi
Reksadana, Anda akan membeli yang namanya: Unit Penyertaan. Unit penyertaan
adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan di Reksadana tersebut.
Jumlah unit penyertaan ini akan berubah seiring dengan pembelian atau penjualan Reksadana.
Unit penyertaan ada harganya, yaitu Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV). Jumlah unit penyertaan yang Anda peroleh tergantung dari harga NAB/NAV per unit pada hari dimana Anda membeli Reksadana tersebut.
Naik turunnya nilai investasi di Reksadana ditentukan oleh perkembangan harga NAB per unit.
Untuk memahami transaksi dalam Reksadana, silahkan perhatikan ilustrasi di bawah ini
- Pada tanggal 30 Mei 2012, Anda membeli Reksadana Schroders Istimewa sebesar Rp. 5.000.000. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp. 2.000 Maka unit penyertaan yang Anda miliki adalah 5.000.000/2.000 = 2.500 unit penyertaan.
Jumlah unit penyertaan ini akan berubah seiring dengan pembelian atau penjualan Reksadana.
Unit penyertaan ada harganya, yaitu Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV). Jumlah unit penyertaan yang Anda peroleh tergantung dari harga NAB/NAV per unit pada hari dimana Anda membeli Reksadana tersebut.
Naik turunnya nilai investasi di Reksadana ditentukan oleh perkembangan harga NAB per unit.
Untuk memahami transaksi dalam Reksadana, silahkan perhatikan ilustrasi di bawah ini
- Pada tanggal 30 Mei 2012, Anda membeli Reksadana Schroders Istimewa sebesar Rp. 5.000.000. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp. 2.000 Maka unit penyertaan yang Anda miliki adalah 5.000.000/2.000 = 2.500 unit penyertaan.
- Pada tanggal 10
April 2013, Anda menjual seluruh Reksadana Schroder. NAB/unit Reksadana
Schroder pada hari itu adalah Rp 3.000. Maka total investasi yang Anda dapatkan
adalah 3.000 x 2.500 = Rp.7.500.000
Berapa keuntungan investasi di Reksadana?
→ Nilai investasi naik
dari awal 5 juta menjadi 7.5 juta sehingga return adalah 50%.
Ilustrasi lain dibawah ini:
- Pada tanggal 30 Mei 2012, Anda membeli Reksadana Schroders Istimewa sebesar Rp. 5.000.000. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp. 2.000 Maka unit penyertaan yang Anda miliki adalah 5.000.000/2.000 = 2.500 unit penyertaan.
- Pada tanggal 10 April 2013, Anda menjual seluruh Reksadana Schroder. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp 1.500. Maka total investasi yang Anda dapatkan adalah 1.500 x 2.500 = Rp.3.750.000.
Ilustrasi lain dibawah ini:
- Pada tanggal 30 Mei 2012, Anda membeli Reksadana Schroders Istimewa sebesar Rp. 5.000.000. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp. 2.000 Maka unit penyertaan yang Anda miliki adalah 5.000.000/2.000 = 2.500 unit penyertaan.
- Pada tanggal 10 April 2013, Anda menjual seluruh Reksadana Schroder. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp 1.500. Maka total investasi yang Anda dapatkan adalah 1.500 x 2.500 = Rp.3.750.000.
Berapa keuntungan investasi di Reksadana?
→ Nilai
investasi turun dari awal 5 juta menjadi 3.75 juta sehingga return adalah minus
25%.
Resiko Yang Umum Dalam Berinvestasi di Reksa
Dana
Ø Keuntungan
Tidak Dijamin
Investor harus menyadari bahwa dengan berinvestasi dalam
Reksa Dana, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian dividen, keuntungan,
ataupun kenaikan modal investasi.
Ø Risiko
Umum Pasar Modal
Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa unsur
risiko pasar. Oleh karena itu, Reksa Dana mungkin rentan terhadap perubahan
kondisi pasar yang merupakan hasil dari:
- global,
regional atau perkembangan ekonomi nasional;
- kebijakan
pemerintah atau kondisi politik;
- development
in regulatory framework, law and legal issues
- pergerakan
suku bunga secara umum;
- sentimen
investor yang luas, dan
- guncangan
eksternal (misalnya: bencana alam , perang dan lain-lain)
Ø Risiko
Efek
Ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap
efek. beberapa contohnya adalah Kemungkinan default perusahaan penerbit pada
pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit
perusahaan yang di downgrade.
Ø Risiko
Likuiditas
Risiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai seberapa
mudah sebuah efek dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung
pada volume yang diperdagangkan di bursa.
Ø Risiko
Inflasi
Risiko tingkat inflasi adalah risiko potensi kerugian
daya beli investasi Anda karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.
Ø Risiko
Pembiayaan Pinjaman
Jika dana pembelian unit Reksa Dana didapat dari
pinjaman, maka investor perlu memahami bahwa:
Pinjaman meningkatkan kemungkinan baik untuk untung
maupun rugi;
Jika nilai investasi turun dibawah tingkat tertentu,
investor mungkin diminta oleh lembaga keuangan untuk menambah agunan, atau
mengurangi jumlah pinjaman ke level yang disyaratkan;
Biaya pinjaman dapat bervariasi dari waktu ke waktu
tergantung pada fluktuasi suku bunga;
Risiko menggunakan pinjaman harus di pertimbangkan secara
berhati-hati karena mengandung risiko.
Ø Risiko
Ketidakpatuhan
Hal ini mengacu pada risiko terhadap Reksa Dana dan keuntungan
investor yang dapat timbul karena
ketidak-sesuaian terhadap hukum, aturan, peraturan, etika dan Policy and
Procedure internal dari Manajer Investasi.
Ø Risiko
Manajer Investasi
Kinerja setiap Reksa Dana sangat bergantung antara lain
pada, pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan teknik / proses investasi yang
diterapkan oleh Manajer Investasi, dan setiap kekurangan dari syarat tersebut
akan berdampak buruk pada kinerja Reksa Dana sehingga akan merugikan investor.
Ragam Produk Reksadana ?
- Reksadana
menurut Portofolio
Umumnya masyarakat lebih mengenal jenis reksadana ini
berdasarkan portofolio yang mengacu pada Peraturan Bapepam-LK Nomor IV.C.3
mengenai Pedoman Pengumuman Harian NAB Reksa Dana Terbuka.
Ada 4 (empat) macam jenis reksadana untuk kategori ini
yakni:
1. Reksadana Pasar Uang
2. Reksadana Pendapatan Tetap
3. Reksadana Saham
4. Reksadana Campuran
- Reksadana
Terstruktur
Terdapat beberapa jenis reksadana lainnya diluar empat
jenis reksadana konvensional di atas. Mengacu pada dengan Peraturan Bapepam-LK
Nomor IV.C.4. jenis reksadana ini disebut sebagai ReksadDana Terstruktur.
Jenis-Jenis Reksadana Terstruktur :
1. Reksadana Terproteksi / Capital Protected Funds (CPF)
2. Reksadana dengan Penjaminan / Capital Guaranleed Funds
(CGF).
3. Reksadana Indeks.
C. Exchange Traded Fund (ETF)
Secara sederhana, ETF adalah reksadana yang unit
penyertaannya diperjualbelikan di bursa efek; misalnya Bursa Efek Jakarta
(BEJ).
Jadi, jenis reksadana yang diperdagangkan di bursa itu
bisa jadi reksadana yang sudah lama kita kenal. Bisa reksadana pasar uang,
reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran atau reksadana
indeks. Bedanya, unit penyertaannya diperdagangkan di bursa.
Untuk bisa diperdagangkan di bursa, produk ETF harus
melewati proses layaknya pencatatan perdana saham perusahaan. Manajer investasi
pun harus menawarkan prospektusnya. Maka, rincian portofolio yang selama ini
menjadi rahasia dapur manajer investasi mestinya menjadi lebih transparan dalam
penawaran ETF.
D. Reksadana melalui Asuransi (Unit Link)
Berkembangnya produk asuransi yang memberikan pilihan
investasi kepada pemegang polisnya, yang sering disebut unit link, memberikan
fenomena baru dalam petumbuhan industri reksadana.
Unit link adalah perpaduan antara proteksi dan investasi.
Jika kita perhatikan, banyak produk unit link yang porsi investasinya
memanfaatkan baik secara langsung atau tidak langsung produk-produk reksadana.
Sebagai contoh, suatu produk unit link yang menawarkan
investasi saham kepada pemegang polis untuk porsi investasinya menggunakan
suatu reksadana Saham yang dikelola manajer investasi tertentu. Sementara, unit
link lain yang menawarkan investasi obligasi dapat menggunakan reksadana
Pendapatan Tetap sebagai sarananya.
Dengan demikian, pemegang polis dapat langsung memonitor
kineija investasi yang dipilihnya dalam produk unit link melalui informasi
publik yang tersedia untuk kinerja reksadana yang bersangkutan. Perpaduan
keduanya ternyata cukup diminati oleh nasabah yang ingin menggabungkan proteksi
dan investasi sekaligus.
Sudah banyak perusahaan asuransi yang bekerjasama dengan
manajer investasi untuk menawarkan produk asuransi yang didalamnya juga terkait
dengan investasi melalui reksadana.
5. SUKUK
Mengapa Sukuk Termasuk Instrumen
Investasi?
Berbicara Investasi
banyak sekali instrument yang menjanjikan, salah satu nya adalah sukuk ini.
Dimana umat manusia menginginkan berinvestasi dengan profit yang cukup serta
keberkahan di dalam nya. sukuk merupakan salah satu efek yang diperdagangkan di
pasar modal saat ini. Baik di dunia international maupun di tingkat nasional.
Instrumen keuangan ini tumbuh pesat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan
instrumen keuangan konvensional lainnya.
Salah satu instrumen keuangan Islam yang tengah berkembang pesat saat ini adalah Sukuk. Sukuk pada hakikatnya merupakan sertifikat kepemilikan atas suatu aset (proyek riil) yang dapat digunakan dalam skala besar untuk membiayai pembangunan. Sukuk dipandang sebagai alternatif yang lebih baik daripada berutang karena antara lain mengandung unsur kerja sama investasi, berbagi risiko dan keterlibatan aset (proyek riil) yang juga mendasari penerbitan sukuk.
Salah satu instrumen keuangan Islam yang tengah berkembang pesat saat ini adalah Sukuk. Sukuk pada hakikatnya merupakan sertifikat kepemilikan atas suatu aset (proyek riil) yang dapat digunakan dalam skala besar untuk membiayai pembangunan. Sukuk dipandang sebagai alternatif yang lebih baik daripada berutang karena antara lain mengandung unsur kerja sama investasi, berbagi risiko dan keterlibatan aset (proyek riil) yang juga mendasari penerbitan sukuk.
Apa Kelebihan dan Kekurangan
Investasi Sukuk?
Beberapa kelebihan sukuk antara lain:
a. Dapat menjangkau investor yang lebih luas, terutama
bagi investor yang concern terhadap aspek Syariah,
b. Untuk mendiversifikasikan portofolio sebagai sumber
dana,
c. Penawaran yang relatif masih rendah, dengan tingkat
permintaan yang tinggi,
d. Pada umumnya, sukuk memiliki harga yang rendah atau
minimal sama dibandingkan dengan obligasi konvensional.
Sedangkan beberapa kelemahan sukuk antara lain;
a. Struktur yang lebih rumit karena mensyaratkan adanya
asset yang mewadahinya (underlying asset),
b. Pajak dan ketidakpastian hukum,
c. Tidak memiliki benchmark yang resmi, karena sukuk
pemerintah belum diterbitkan.
Bagaimana Cara Pembelian Sukuk Untuk
Investasi?
- Melalui
Mekanisme Pasar Perdanaa
Disebut demikian karena membeli langsung pada agen yang
ditunjuk resmi oleh negara untuk melakukan jual beli Sukuk Ritel. Dengan
mekanisme tersebut syarat yang perlu dilengkapi cukup sederhana, pertama jelas
harus menghubungi Agen penjualan Sukuk Ritel yang telah ditunjuk oleh negara.
Selanjutnya, Anda bisa melakukan pengisian formulir
sebagaimana yang telah disediakan oleh pihak Agen Penjual Sukuk Ritel (SR).
Melampirkan persyaratan terkait data diri dan kependudukan seperti misalnya KTP
serta hal lain sebagaimana yang diminta dan diperlukan oleh pihak keagenan.
Mekanisme berikutnya adalah mekanisme keuangan murni
seperti misalnya, melakukan transfer dana sesuai dengan jumlah yang ingin
dibeli, penerimaan tanda bukti kepemilikan sekaligus juga melakukan pengambilan
sisa dana yang ditransfer apabila jumlah Sukuk yang diterbitkan oleh pihak
emiten (Pemerintah) tidak mencukupi sebagaimana jumlah dana yang diberikan,
memperoleh penjatahan, selanjutnya hanya tinggal menunggu proses investasi
bergulir sebagaimana tenor yang diajukan oleh emiten.
2. Melalui Mekanisme Pasar Sekunder
Untuk proses yang kedua ini, pembelian dilakukan melalui
mekanisme sebagaimana yang ada dalam proses pembelian obligasi yaitu melalui
mekanisme bursa atau perbankan. Proses memakan waktu kurang lebih 2 minggu
hingga pihak pembeli Sukuk mendapatkan apa yang disebut dengan Surat Konfirmasi
Kepemilikan Sukuk Ritel yang dikeluarkan oleh pihak bursa atau bank umum sesuai
dengan mekanisme sekunder yang diikuti.
Jika dilihat dari prosesnya jelas Sukuk sama dengan
obligasi, yang aman dan bisa menguntungkan dari segi investasi. Namun memahami
cara penggunaannya, ada beberapa perbedaan dalam beberapa hal yang harus
diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan efek negatif dari investasi
yang sedang berjalan.
Risiko Investasi Sukuk
Ø Risiko
Pasar
Risiko pasar terjadi karena adanya pergerakan pasar
secara menyeluruh. Pada instrumen sukuk, risiko pasar ini dapat berupa risiko
terhadap tingkat suku bunga di pasar sekunder sukuk dan risiko nilai tukar mata
uang asing (bila sukuk diterbitkan dalam denominasi selain rupiah).
Ø Risiko
Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko yang timbul, khususnya
untuk sukuk yang diperjualbelikan di pasar sekunder, diakibatkan oleh pasar
sekunder yang belum likuid dan belum terbentuk dengan baik. Pasar yang tidak
likuid dapat mengakibatkan investor kesulitan menjual sukuk dengan nilai yang
wajar. Dengan demikian, investor dapat mengalami kesulitan mendapatkan dana untuk
kepentingan likuiditas dalam waktu yang cepat.
Ø Risiko
Operasional
Risiko operasional bisa timbul dalam kegiatan bisnis
sebagai akibat dari pengelolaan yang tidak tepat atau karena faktor eksternal.
Risiko ini bisa berupa risiko kegagalan pembayaran oleh penerbit sukuk, risiko
pembayaran kupon dan risiko yang terkait dengan aset yang menjadi dasar
penerbitan sukuk.
Ø Risiko
Hukum
Dalam penerapan konsep-konsep syariah, seperti penyusunan
struktur sukuk dan penggunaan underlying asset, terdapat kemungkinan belum
terakomodasi dalam ketentuan hukum yang berlaku, sehingga suatu struktur tidak
dapat diaplikasikan karena tidak selaras dengan peraturan tersebut.
Ø Risiko
tidak Sesuai dengan Syariah
Risiko ketidaksesuaian syariah terjadi apabila sukuk yang
diterbitkan tidak mengikuti kaidah atau prinsip-prinsip syariah yang telah
ditentukan dalam fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
Kesesuaian dengan syariah dapat mencakup pada struktur sukuk yang digunakan,
dokumen hukum penerbitan sukuk, underlying asset yang digunakan, serta
penggunaan dana hasil penerbitan sukuk (proceeds). Risiko dalam bentuk ini juga
bisa terjadi apabila ada perbedaan antara pemahaman dan penerapan akad syariah
pada penerbitan sukuk
Return Investasi Sukuk?
- Dipegang Sampai
Jatuh Tempo
Investor Budi membeli Sukuk sebesar Rp10 juta dengan
tingkat imbalan 10% per tahun dan tidak dijual sampai dengan jatuh tempo.
Hasil yang diperoleh adalah:
→ Imbalan = Rp10.000.000 x 10% x 1/12 = Rp83.000 diterima
setiap bulan sampai dengan jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo, nominal yang
diterima adalah Rp10 juta.
- Dijual di Pasar
Sekunder – Untung
Investor Budi yang membeli Sukuk di pasar perdana sebesar
Rp10 juta dengan tingkat imbalan 10% per tahun dan dijual di pasar sekunder
dengan harga 105%.
Hasil yang diperoleh adalah:
→ Imbalan = Rp10.000.000 x 10% x 1/12 = Rp83.000 diterima
setiap bulan sampai dengan saat dijual
→ Capital gain = Rp10.000.000 x (105-100)% = Rp500.000.
Pada saat dijual, nominal yang diterima adalah Rp10.500.000, yang berasal dari
pokok Sukuk Ritel ditambah dengan capital gain
- Dijual di Pasar
Sekunder – Rugi
Investor Budi membeli Sukuk di pasar perdana sebesar Rp10
juta dengan tingkat imbalan 10% per tahun dan dijual di pasar sekunder dengan
harga 95%.
Hasil yang diperoleh adalah:
→ Imbalan = Rp10.000.000 x 10% x 1/12 = Rp83.000 diterima
setiap bulan sampai dengan saat dijual
→ Capital loss = Rp10.000.000 x (95-100)% = – Rp500.000.
Pada saat dijual, nominal yang diterima adalah Rp9.500.000, yang berasal dari
pokok Sukuk Ritel dikurangi dengan capital loss.
Ragam Produk Sukuk
Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad
ijarah, dimana satu pihak bertindak sendiri atau melalui wakilnya menyewakan
hak manfaat atas suatu aset kepada pihak lain berdasarkan harga dan periode
yang disepakati, tanpa diikuti perpindahan kepemilikan aset itu sendiri.
Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad
mudharabah, dimana satu pihak menyediakan modal (rab-al-maal/shahibul maal) dan
pihak lain menydiakan tenaga dan keahlian (mudharib), keuntungan dari kerjasama
tersebut akan dibagi berdasarkan proporsi perbandingan (nisbah) yang disepakati
sebelumnya. Kerugian yang timbul akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyedia
modal, sepanjang kerugian tersebut tidak ada unsur moral hazard (niat tidak
baik dari mudharib).
Sukuk yang diterbitkan berdasarka perjanjian atau akad
musyarakah, dimana dua pihak atau lebih bekerjasama menggabungkan modal untuk
membangun proyek baru, mengembangkan proyek yang sudah ada, atau membiayai
kegiatan usaha. Keuntungan maupun kerugian yang timbul ditanggung bersama
sesuai dengan jumlah partisipasi modal masing-masing pihak.
Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad
istishna, dimana para pihak menyepakati jual-beli dalam rangka pembiayaan suatu
proyek atau barang. Adapun harga, waktu penyerahan dan spesifikasi
proyek/barang ditentukan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan.
6. SAHAM
Mengapa Saham Termasuk Instrumen
Investasi?
Saham merupakan salah
satu investasi yang tergolong high risk high return. Saham secara singkat dapat
diartikan sebagian kepemilikan atas suatu perusahaan yang dijual oleh perusahaan
itu sendiri. Pembeli saham akan merasakan keuntungan maupun kerugian yang
diderita oleh perusahaan tersebut. Pada umumnya, keuntungan yang didapat dari
investasi saham lebih tinggi dari bunga bank. Hal ini dikarenakan perusahaan
memperoleh modal dari berbagai sumber, salah satunya adalah pinjaman bunga
bank. Karena itu, perusahaan harus menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi
dari bunga bank agar dapat membayar hutangnya. Keuntungan perusahaan dibagikan
dalam bentuk dividen pada akhir tahun kepada setiap pemegang saham sesuai besar
saham yang dimilikinya. Investasi saham membutuhkan keahlian yang tinggi untuk
dapat terus memprediksi iklim pasar. Selain itu, investasi ini juga harus terus
menerus dipantau.
Kelebihan Dan Kekurangan Saham
v Kelebihan
Investasi Saham:
- Memberikan
potensi return yang tinggi dan berkesinambungan.
- Sangat likuid,
saat anda ingin menjualnya, pembeli tersedia. (hal ini dikarenakan Saham
memiliki bursa tersendiri yakni Bursa Efek Indonesia yang mempertemukan
pihak penjual dan pembeli.)
- Tidak memerlukan
rekruitmen karyawan baru
- Tidak memerlukan
perawatan
- Tidak perlu
membayar pajak selama memilikinya.
- Nilai saham
dapat dipantau dengan mudah di media – media cetak maupun visual.
v Kekurangan
Investasi Saham:
- Potensi return
yang tinggi pada saham kadang juga diiringi potensi rugi yang besar akibat
salah pilih saham.
- Karena sangat
likuid, kadangkala menjadikannya terlalu fluktuatif sehingga saat kita mau
menjual harganya tidak sesuai ekspektasi.
- Tidak memerlukan
pegawai, artinya anda sendiri yang memantau investasi saham anda.
Kadangkala investor melupakan investasinya karena sibuk pada urusan lain
sehingga investasinya terbengkalai.
- Karena harga
saham sangat mudah dipantau, kadangkala mempengaruhi psikologis investor
untuk bertindak irasional, terlalu optimis, kadang emosional, dan panik.
Bandingkan jika seseorang memiliki tanah untuk investasi, karena harga
pasaran sulit diketahui, investor tanah tersebut tidak tahu perubahan
harga secara harian.
Bagaimana Cara Membeli Saham Untuk Investasi?
- Membuka Rekening
Efek
Untuk membeli saham atau bermain saham di BEI terlebih
dulu anda diwajibkan untuk membuat rekening saham atau efek atas nama pribadi.
Lalu dimanakah tempat untuk membuka rekening saham? Jika anda hendak membuka
rekening tabungan tentu saja anda pergi ke bank. Namun apabila anda mau membuka
rekening saham maka anda harus datang ke sebuah perusahaan sekuritas terdekat.
Untuk pembuatan rekening saham sama seperti prosedur tata
cara membuka rekening tabungan di bank. Anda bisa memulainya dengan modal
kecil. Untuk membuka rekening saham hal yang harus dilakukan adalah mengisi
aplikasi permohonan pembukaan rekening efek atau saham. Selanjutnya pihak
perusahaan sekuritas meminta saldo awal minimal Rp 5 juta.
- Persyaratan
Dokumen Untuk Buka Rekening Saham
Sementara itu, beberapa dokumen yang dibutuhkan dalam
pembuatan rekening saham efek, antara lain:
1) Fotocopy KTP sebagai identitas diri
2) Data ahli waris
3) Data alamat tempat tinggal
4) Fotocopy buku rekening tabungan di bank
5) Data pekerjaan atau usaha
- Memilih Saham
Ada banyak jenis saham yang bisa anda pilih yang disebut
pula emiten. Pastikan anda memilih saham yang mempunyai prospek bagus ke depan,
mempunyai pergerakan nilai yang baik, konsisten memberikan laba deviden yang
termasuk saham unggulan.
Dalam membeli saham-saham unggulan tersebut tentu saja
diperlukan analisa mendalam baik secara teknikal dan fundamental. Analisa
memilih saham yang tepat dan menguntungkan meliputi analisis perkembangan
kesehatan perusahaan, peningkatan keuntungan, dan menentukan waktu yang tepat
untuk membeli saham berdasarkan grafik yang tersedia dan lain-lain.
- Membeli Saham
- Membeli saham
lewat pialang atau perusahaan broker saham. Anda bisa menelepon langsung
perusahaan broker untuk membeli saham yang anda inginkan. Atau sobat bisa
datang langsung ke kantor perusahaan sekuritas tempat membuka rekening
saham anda tersebut. Kemudian memerintahkan untuk membeli saham yang telah
anda tentukan.
- Membeli saham
secara langsung online. Dengan cara memasukkan order pembelian saham di
aplikasi trading saham online system. Setiap broker saham pastinya telah
mempunyai layanan aplikasi online ini dan anda bisa memintanya dari
mereka. Aplikasi software system yang mesti diinstal di komputer, netbook,
smartphone, laptop, tablet atau ponsel anda yang berbasis windows phone,
blackberry, android maupun sistem lainnya. Agar investor (anda) bisa
melakukan order pembelian saham atau penjualan saham secara online.
Resiko Investasi Saham
- Tidak ada
pembagian deviden
Terjadi jika emiten tidak dapat membukukan laba pada
tahun yang berjalan dan RUPS memutuskan deviden digunakan untuk ekspansi usaha.
- Capital Loss
Terjadi jika harga jual saham lebih murah daripada harga
belinya.
- Resiko di
likuidasi
Jika emiten dilikuidasi, maka pemegeng saham memiliki hak
klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban emiten
terbayarkan.
- Saham delisting
dari Bursa
Terjadi jika karena beberapa alasan tertentu saham dapat
dihapus pencatatannya (delisting) di Bursa, sehingga pada akhirnya saham
tersebut tidak dapat di perdagangkan.
Return Investasi Saham?
Berikut ini contoh perhitungan return atau hasil
investasi saham :
Pak Ari membeli saham PT ABCDEFG pada tanggal 5 Januari
2017 seharga Rp1.000 per lembar. Jika:
Skenario 1
Pada tanggal 5 Januari 2018, Pak Ari menjual saham PT
ABCDEFG pada harga Rp1.250 per lembar, maka Pak Ari mendapatkan return atau
hasil investasi sebesar:
= [Rp1.250 – Rp1.000] : [Rp1.000]
= 25% atau 0,25 kali lipat.
→ Kesimpulan: Return atau hasil investasi pak Ari adalah
untung atau gain sebesar 25%.
Skenario 2
Pada tanggal 5 Januari 2018, Pak Ari menjual saham PT
ABCDEFG pada harga Rp750 per lembar, maka Pak Ari mendapatkan return atau hasil
investasi sebesar:
= [Rp750 – Rp1.000] : [Rp1.000]
= -25% atau 0,25 kali lipat.
→ Kesimpulan: Return atau hasil investasi pak Ari adalah
rugi atau loss sebesar 25%.
Ragam Produk Saham
Ø Jenis
Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim
- Saham Biasa
(Common Stocks)
Saham jenis ini mempunyai karakteristik yaitu bisa
melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki
perusahaan. Namun demikian, pemilik atau pemegang saham jenis ini hanya
memiliki kewajiban yang terbatas. Keuntungannya adalah jika terjadi resiko
terburuk misalnya perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh
pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
- Saham Preferen
(Preferred Stocks)
Jenis saham ini didesain sebagai gabungan antara obligasi
dan saham biasa. Beberapa investor menyukai jenis saham yang bisa menghasilkan
pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Secara umum, karakteristik saham
preferen sama halnya dengan saham biasa yang bisa mewakili kepemilikan ekuitas
dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham
tersebut, dan membayar dividen. Pemegang saham ini juga bisa melakukan klaim
atas laba dan aktiva sebelumnya, dividennya tetap selama masa berlaku dari
saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan
saham biasa. Hal ini yang membuat saham ini mirip dengan obligasi, dan banyak
diminati investor.
Ø Jenis
Saham dari Segi Cara Peralihannya
- Saham Atas Unjuk
(Bearer Stocks)
Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama
pemiliknya. Hal ini bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor
satu ke investor lainnya. Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan
memang untuk diperjualbelikan. Investor tidak perlu khawatir karena secara
hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai
pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
- Saham Atas Nama
(Registered Stocks)
Kebalikan dari saham atas unjuk, pada saham atas nama
pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam kertas saham dan cara
peralihannya pun juga harus melalui prosedur tertentu.
Ø Jenis
Saham dari Segi Kinerja Perdagangan
- Blue Chip Stocks
Jenis saham ini banyak diburu investor karena berasal
dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai petinggi di industrinya,
dan memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
- Income Stocks
Jenis saham ini juga mempunyai keunggulan dalam hal
kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan
pada tahun sebelumnya. Kemampuan menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan
secara teratur membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersediri bagi
investor.
- Growth Stocks
(Well-Known)
Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki
pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan
dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.
(Lesser-Known)
Walaupun bukan sebagai petinggi dalam industri, namun
jenis saham ini tetap memiliki ciri growth stock. Biasanya merupakan saham dari
perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
- Speculative
Stocks
Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba
jenis saham ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan,
namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.
- Counter Cyclical
Stocks
Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi
bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi
bisnis secara umum. Ilustrasinya jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham
ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi. Hal
ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh
penghasilan yang tinggi pada masa resesi.
- https://id.wikipedia.org/wiki/Investasi (01/12/2017)
- https://www.finansialku.com/memulai-investasi-properti/amp/ (01/12/2017)
- http://www.ummi-online.com/kelebihan-dan-kekurangan-investasi-properti.html (01/12/2017)
- http://www.mauproperti.com/bagaimana-cara-membeli-rumah-tanpa-utang-bank.html (01/12/2017)
- https://carainvestasibisnis.com/risiko-keuntungan-investasi-properti/ (01/12/2017)
- https://www.rumah.com/berita-properti/2013/5/4118/bagaimana-menghitung-return-on-investment-properti (01/12/2017)
- http://www.rumahku.com/artikel/read/kenali-macam-macam-produk-bisnis-properti-409080 (01/12/2017)
- https://www.cermati.com/artikel/investasi-emas-apa-kelebihan-dan-kekurangannya (01/12/2017)
- https://www.cermati.com/artikel/5-cara-investasi-emas-batangan-antam-untuk-pemula (01/12/2017)
- https://economy.okezone.com/read/2017/04/28/320/1679221/risiko-investasi-emas-yang-sebaiknya-diketahui (01/12/2017)
- https://www.finansialku.com/12-jenis-investasi-emas-dari-logam-mulia-perhiasan-emas-hingga-perdagangan-emas-berjangka/ (01/12/2017)
- https://www.finansialku.com/serba-serbi-investasi-obligasi/amp/ (01/12/2017)
- http://smallchaos.blogspot.com/2015/04/kelebihan-dan-kekurangan-obligasi (01/12/2017)
- https://www.finansialku.com/cara-membeli-obligasi/amp/ (01/12/2017)
- http://m.bisnis.com/market/read/20170123/92/621904/pasar-obligasi-2017-investasi-obligasi-diprediksi-berikan-return-89-134 (01/12/2017)
- https://www.bnpparibas-ip.co.id/id/investment-academy/beginner/52-7-cara-berinvestasi-reksa-dana-untuk-para-pemula/ (01/12/2017)
- https://belajarperbankangratis.blogspot.co.id/2013/08/kelebihan-dan-kekurangan-reksadana (01/12/2017)
- http://www.belajar-reksadana.com/2012/12/bagaimana-cara-membeli-reksadana.html (01/12/2017)
- http://www.duwitmu.com/reksadana/cara-menghitung-untung-rugi-reksadana/ (01/12/2017)
- http://www.cimb-principal.co.id/Investor's_Guide-@-General_Risks_of_Investing_in_Mutual_Funds.aspx (01/12/2017)
- http://www.belajar-reksadana.com/2012/11/macam-macam-jenis-reksadana.html (01/12/2017)
- https://www.kompasiana.com/renimarlina/sukuk-investasi-yang-menguntungkan_58d4e0b6747e612b04c08efc (03/12/2017)
- http://sehwahyulestari.blogspot.co.id/2013/04/sukuk-syariah.html?m=1 (03/12/2017)
- https://www.cermati.com/artikel/investasi-sukuk-apa-itu-dan-bagaimana-caranya (03/12/2017)
- http://www.republika.co.id/berita/ojk/pasar-modal-syariah/17/06/01/oquqtn368-mengenal-risiko-investasi-di-sukuk-korporasi (03/12/2017)
- http://www.duwitmu.com/investasi/sukuk-investasi-syariah-aman-return-terbaik/ (03/12/2017)
- https://realsyariah.wordpress.com/2011/05/15/sukuk-dan-jenis-jenis-sukuk/ (03/12/2017)
- https://dosenekonomi.com/bisnis/investasi/instrumen-investasi (03/12/2017)
- http://sahamkita.com/belajar-tentang-saham/kelebihan-kekurangan-investasi-saham/ (03/12/2017)
- http://www.investasiuntung.com/2017/06/cara-membeli-saham-di-bursa-efek.html (03/12/2017)
- http://guruppg.blogspot.co.id/2013/06/saham-saham-adalah-sertifikat-yang.html (03/12/2017)
- https://www.finansialku.com/definisi-return-atau-hasil-investasi-adalah/amp/ (03/12/2017)
- https://www.cermati.com/artikel/jenis-jenis-saham-yang-wajib-diketahui-investor-pemula (03/12/2017)







Komentar
Posting Komentar