Investasi

INVESTASI

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

1.     PROPERTI

Mengapa Berinvestasi Properti ?
Properti, sebagai instrumen investasi hingga saat ini masih menjadi salah satu instrumen yang paling diminati oleh para investor. Hal ini tidaklah mengherankan, karena setiap orang butuh rumah tinggal, baik itu rumah tapak maupun rumah susun. Rumah menjadi kebutuhan primer, impian dan kebutuhan setiap orang, apalagi dengan melihat jumlah penduduk di Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta penduduk dan masih akan terus bertambah, peluang properti sebagai instrumen investasi pun tentu terbuka lebar.
Kebutuhan akan rumah adalah hal yang masih akan ada selama ada pertumbuhan jumlah penduduk. Mungkin Anda sudah mempunyai rumah, namun orang-orang di sekitar Anda pun belum tentu memiliki rumah sendiri. Anda pun, bila memiliki uang berlebih juga dapat memanfaatkan peluang ini dan membantunya.
Dengan berinvestasi pada properti, bukan berarti Anda hanya memosisikan sebagai penikmat properti tersebut, Anda pun dapat berperan sebagai penyedia properti bagi mereka yang belum dapat membeli rumah tinggal sendiri. Anda dapat menjualnya kembali, atau juga dapat menyewakannya kepada mereka yang membutuhkan.
Apa Kelebihan dan Kekurangan Investasi Properti ?
Beberapa keuntungan yang didapat yaitu :
  • Nilai properti cenderung naik dari waktu ke waktu, terutama bila sudah direnovasi.
  • Bisa dipergunakan sebagai passive income, yaitu setelah membeli mungkin rumah dipergunakan sebagai kos-kosan.
  • Properti bisa dipergunakan sebagai jaminan bila suatu ketika kondisi keuangan investor sedang di ujung tanduk.
Sedangkan kekurangan atau kelemahannya adalah :
  • Bila investor membeli properti secara kredit, maka bisa jadi biaya cicilan bila ditotal jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan membeli secara tunai
  • Untuk membeli secara tunai dibutuhkan modal yang sangat besar, terlebih bila properti berada pada lokasi yang strategis
  • Bisa juga membeli properti dengan harga terjangkau yang tidak terlalu mahal, namun lokasinya biasanya sangat jauh dari mana-mana dan malah menyulikan investor bila ingin menjualnya lagi
  • Bila ternyata bahan-bahan dalam pembuatan properti tersebut kurang bagus, maka investor harus mengeluarkan biaya lagi untuk merenovasi
  • Bila investor tidak sanggup membayar cicilan yang itu artinya properti disita, maka uang yang sudah terlanjur dibayarkan tidak akan kembali lagi.
  • Likuiditasnya rendah, dalam arti bila investor membutuhkan dana segar dan cepat, investor tak bisa langsung mendapatkan uang dari hasil penjualan properti karena untuk mencari pembelinya bukanlah hal yang mudah sekalipun properti tersebut berada pada lokasi yang strategis
Bagaimana Cara Membeli Properti ?
  1. Membeli rumah secara KPR
KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Hal ini berarti sewaktu ingin membeli properti, Anda akan melakukan pembayaran dengan kredit. Dengan itu, Anda akan melakukan proses cicilan properti yang dibeli. Besarnya cicilan yang dibayarkan per bulannya biasanya bergantung pada besarnya DP yang diberikan di awal.
Perlu diketahui, untuk KPR itu sendiri, DP yang harus dibayarkan adalah sebesar 30 persen dari harga beli investasi tersebut. Biasanya, fasilitas seperti ini akan Anda dapatkan melalui lembaga perbankan dalam bentuk bagunan properti yang akan dibeli.
  1. Membeli rumah secara cash
Ada juga orang yang mengatakan lebih baik untuk membeli rumah secara cash. Faktanya, jika Anda memiliki sejumlah dana yang menganggur, Anda disarankan untuk membeli rumah secara cash.
Apalagi jika dana yang dimiliki sudah dipisah-pisahkan dengan dana untuk asuransi kesehatan, dana darurat, dana portofolio investasi, tabungan, dan lain sebagainya.
Ketika hendak membeli rumah secara cash, Anda perlu untuk mempersiapkan dana tambahan yang biasanya digunakan untuk mengurus sertifikat-sertifikat penting mengenai properti yang dibeli. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi penipuan yang akan terjadi.
Risiko Investasi Properti?
1. Terhadang Regulasi Pemerintah
Tersangkut masalah perizinan biasanya adalah risiko investasi properti yang harus Anda hadapi. Bila Anda menginvestasikan uang Anda pada sebuah pengembang untuk membangun properti skala besar biasanya akan terhadang masalah perizinan dari pemerintah.
Atau bila Anda kurang hati-hati, Anda pun dapat saja tertipu penjual yang menjual properti sengketa atau properti yang berada di ruang hijau yang sebetulnya tidak boleh digunakan untuk bangunan.
Untuk meminimalkan risiko investasi properti tsb maka Anda dituntut untuk aktif mencari informasi mengenai rencana tata kota dan memeriksa surat-surat bukti kepemilikan properti tsb.
2. Masalah Kredit Bank
Risiko investasi property lainnya adalah tersangkut kredit bank bila Anda akan membeli properti tersebut secara kredit. Bila tidak disetujui, bisa saja uang booking fee atau tanda jadi Anda akan hilang. Jadi sebaiknya Anda ketahui dulu persyaratan kredit sebelum Anda akan memulai investasi ini.
3. Rusaknya Bangunan
Seiring dengan waktu maka bangunan akan mengalami kerusakan apalagi bila tidak dilakukan perawatan secara berkala. Rusaknya bangunan ini tentunya akan menurunkan harga jual dan merupakan risiko investasi properti yang harus dihadapi. Sebaiknya Anda lakukan pemeriksaan dulu mengenai kondisi fisik bangunan sebelum Anda membelinya dan lakukan perawatan berkala agar bangunan tsb dapat bertahan lama dan memiliki harga jual yang semakin naik.
4. Sulit Dijual
Risiko investasi properti berikutnya adalah sulitnya menjual kembali terutama bila Anda melakukan investasi tanah atau di lokasi yang kurang strategis. Jadi sebaiknya lakukan survey dulu apakah lokasi tsb ada kemungkinan berkembang atau tidak.
Return Investasi Properti
Return on Investment (RoI) adalah ukuran yang paling populer digunakan untuk menentukan nilai atau keuntungan dari investasi properti. RoI merupakan persentase dari total laba—yang didapat dari capital gain dan income dari sewa—dikurangi total investasi dan dibagi total investasi.

RoI = (total laba – total investasi) / total investasi x 100%

Sebagai contoh, seorang investor membeli apartemen seharga Rp330 juta. Dua tahun kemudian harganya menjadi Rp400 juta. Kebetulan unit apartemen tersebut disewa dengan harga Rp3 juta per bulan (Rp36 juta per tahun) dan dibayar sekaligus di muka selama dua tahun, sehingga selama dua tahun, dia memperoleh uang sewa Rp72 juta.

Jadi, dalam dua tahun penghasilan yang didapat adalah:
penghasilan dua tahun : Rp72 juta (sewa selama 2 tahun)
capital gain dua tahun : Rp70 juta (Rp400 juta – Rp330 juta)
Sehingga, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp142 juta (Rp70 juta + Rp72 juta)

Jadi, RoI =  Rp142 juta/Rp330 juta x 100% = 43% dalam 2 tahun, atau 21,5% per tahun.
Sebagai catatan, semakin lama properti itu dikuasai dan disewakan, maka angka RoI cenderung akan lebih tinggi.
Ragam Investasi Properti ?
·         Residensial atau Tempat Hunian
Residensial adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal atau hunian. Bangunan yang termasuk tipe residensial ini adalah rumah atau perumahan, rumah susun, apartemen, bangunan asrama mahasiswa/pelajar, kondominium dan villa.
·         Bangunan Komersil atau Tempat usaha
Bangunan komersil merupakan bangunan yang digunakan untuk keperluan komersil atau bisnis. Yang termasuk bangunan komersil ini adalah gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, gedung pelayanan dan pusat profesional seperti bangunan rumah sakit, hotel, motel, kondotel dan superblok atau komplek bangunan yang digunakan untuk komersil dan residensial.
·         Bangunan Industri dan Bangunan penelitian-pengembangan
Bangunan untuk keperluan industri ini adalah seperti bangunan pabrik atau manufaktur, perakitan atau assembling. Bangunan untuk penelitian dan pengembangan juga memiliki karakter yang berbeda dengan bangunan lainnya.
·         Bangunan  untuk Keperluan Pertanian, perkebunan, peternakan dll
Bangunan seperti ini memiliki ciri khusus seperti jika bangunan dipergunakan untuk keperluan perkebunan maka bangunan itu dibangun di lokasi yang bisa menunjang kegiatan usaha perkebunan. Begitu juga bangunan untuk keperluan pengolahan kayu dan pergudangan yang mempunyai ciri khas memiliki ruangan yang luas sebagai tempat beraktifitas di dalamnya.
·         Properti untuk Tujuan khusus
Bisnis properti seperti ini adalah  digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang yang bersifat khusus, seperti tempat ibadah, sekolah, bandar udara, tempat hiburan, bioskop, terminal bus, stasiun kereta api, lapangan golf, ruang pertemuan, kebun binatang dan lain-lain. Propertiini memiliki desain khusus sesuai dengan kebutuhannya.
2. LOGAM MULIA (EMAS)

Mengapa Emas Termasuk Instrumen Investasi?
Emas merupakan logam mulia yang cukup diminati banyak masyarakat. Bagaimana tidak? Dengan bentuk menarik, perhiasan satu ini berhasil memikat perhatian banyak orang karena dikenal sebagai barang investasi dengan kepastian bahwa akan memberikan keuntungan bagi para pemiliknya. Tidak mengherankan, karena investasi emas memiliki keuntungan utama di mana kecenderungan harganya yang selalu naik dari tahun ke tahun. Hal ini jelas memberikan keuntungan bagi para pemiliknya, terutama blia selisih harga beli dan harga jualnya cukup besar.
Menjadi rahasia umum bila masyarakat menjadikan emas sebagai salah satu bentuk investasi untuk dipetik hasilnya di masa mendatang. Berbagai bentuk emas begitu diminati, seperti bentuk emas perhiasan, emas dinar, dalam bentuk batangan, bisa juga tabungan emas yang fungsinya untuk pendanaan pendidikan, biaya kesehatan, untuk keperluan biaya naik haji, bahkan membeli rumah.
Apa kelebihan dan Kekurangan Berinvestasi Emas?
Beberapa keuntungan emas sebagai Investasi :
  • Dengan emas kekayaan yang anda simpan akan terbebas dari nilai inflasi.
  • Harga emas akan cendrung naik, bukan karena USD tapi karena suply/demand minyak dan barang tambang.
  • Investasi emas tergolong invesatsi yang Low-Risk, karena harga emas dalam jangka panjang selalu naik.
  • investasi dalam bentuk Logam Mulia, karena ketika menjualnya anda tidak dikenai ongkos pembuatan seperti perhiasan emas dari pada emas perhiasan.
  • Investasi dalam bentuk Emas Lebih Liquid dari pada investasi dalam bentuk lain (mudah dicairkan kedalam bentuk uang bila diperlukan).
Beberapa kelemahan dalam berinvestasi dengan emas:
  • Kebanyakan Toko Emas sedikit tertutup untuk memberikan keterangan atau pengarahan kepada  konsumen secara terbuka masalah harga dan pertimbangan investasi.
  • Kebanyakan pemilik emas mengalami kesulitan  ketika menjual emas, karena tidak mengetahui standart perhitungan emas. Sedangkan  toko emas sendiri tidak transparant dalam menerapkan standart harga jual-beli emas seperti harga dolar.
  • Investasi Emas dalam jumlah banyak misalnya diatas 1kg, akan memerlukan keamanan khusus. biasanya beberapa orang memilih menggunakan brankas kecil untuk menyimpan, tapi cara lain yang lebih aman lagi adalah dengan menyewa safety box dibank.
  • Emas lebih baik untuk investasi jangka panjang.
Bagaimana Cara Membeli Emas untuk Investasi?
  1. Teknik Investasi Emas Klasik
Menerapkan teknik investasi emas klasik maksudnya adalah membeli emas disaat harga cukup murah dan menjualnya kalau sudah naik dan selisih jualnya cukup banyak. Teknik yang sering dilakukan oleh para orang tua jaman dulu telah terbukti cukup efektif jika dilakukan dalam waktu tepat dan dalam masa yang lama. Dengan menjalankan teknik ini bisa dikatakan emas yang Anda miliki ini menjadi investasi jangka panjang misalnya kurung waktu 5 sampai 10 tahun.
  1. Membuat Tabungan Emas
Menabung emas memang benar-benar kita menabung menggunakan emas, bukan uang. Misalnya tiap bulan kita akan menabung 1 gram emas. Saat tabungan ini sudah terkumpul, maka kita bisa jadikan sebagai alat untuk membeli berbagai macam kebutuhan, misalnya untuk membeli mobil, rumah, biaya haji, umroh, menikah, asuransi kesehatan keluarga, liburan , pendidikan anak dan lainnya.
Dengan menjalankan tips dengan konsep menabung emas ini, kita tidak akan mengenal inflasi. Jadi tabungan kita akan tetap utuh bahkan cenderung meningkat meski ada inflasi pada produk yang kita inginkan di masa depan. Hal ini dikarenakan kenaikan inflasi yang ada akan segera tertutupi dengan harga emas saat dikonversi menjadi emas dalam gram.
  1. Investasi Emas Dijadikan Modal Usaha
Strategi yang satu ini seringkali dijalankan dengan sistem gadai. Jadi misalnya Anda memiliki emas 100 gram, maka untuk meningkatkan nilai emas, kita sebaiknya menggadaikannya. Kemudian, uang hasil gadai dijadikan modal usaha dan bisnis. Untuk benar-benar menjalankan teknik ini, Anda harus paham bahwa sistem ini memiliki kelemahan tersendiri, yaitu ketika bisnis bangkrut, maka emas kita akan hilang atau berkurang. Tapi bila usaha kita maju, maka bukan tidak mungkin anda bisa meningkatkan jumlah emas yang Anda miliki.
  1. Teknik Kebun Emas
Teknik kebun emas memang sempat booming di tahun 2010-an keatas. Tapi ternyata konsep investasi ini perlahan ditinggalkan karena dirasa sudah tidak cocok lagi. Terlebih lagi, teknik ini menggunakan pegadaian yang apabila dihitung-hitung, biayanya cukup tinggi dan tidak balik modal kalau harga emas 'terjun bebas' seperti di tahun 2013 lalu.
  1. Investasi Emas Sistem Forex Trading
Terakhir, cara berinvestasi emas Antam yang menguntungkan untuk para pemula adalah dengan menggunakan sistem Forex Trading.  Dalam menjalankan cara ini Anda akan menggunakan emas sebagai modal usaha atau deposit trading. Emas yang Anda miliki akan digadaikan dan dijadikan modal trading. Bagi Anda yang tidak suka dengan risiko, lebih baik menghindari strategi ini karena trading forex merupakan bisnis berisiko tinggi atau high risk high return. Jika Anda belum ahli dalam dunia trading forex, maka sebaiknya memilih cara dan strategi investasi lainnya.
Resiko Investasi Emas ?
ü  Bentuknya kurang praktis
Salah satu kelemahan dari investasi emas adalah karena fisiknya yang kurang praktis sehingga membutuhkan tempat penyimpanan yang dilengkapi keamanan yang ekstra. Apalagi jika anda memiliki emas-emas batangan dalam jumlah yang begitu besar tentunya tidak dapat menyimpannya di sebuah brankas yang kecil.
Selain itu, faktor keamanan juga berpengaruh. Jika jumlah emas yang dimiliki begitu banyak, tentunya hal ini akan mengundang risiko kejahatan. Sehingga dibutuhkan keamanan yang ekstra untuk menjaga emas-emas itu.
Sebagai solusinya, anda dapat menggunakan safe deposit box yang biasanya ada di bank atau pegadaian. Namun tentunya hal ini membutuhkan biaya tambahan setiap bulan atau tahunnya. Selain itu, berikut ada beberapa tips aman yang bisa dicoba untuk menyimpan emas anda.
  • Simpan emas di dalam kotak besi brankas
  • Menggunakan fasilitas pool account
  • Menggadaikan emas di pegadaian

ü  Risiko Kehilangan
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bentuk fisik dari emas tidaklah praktis dan membutuhkan tempat penyimpanan. Selain itu, keadaan fisik emas yang mencolok juga dapat mengundang kejahatan sehingga risiko kehilangan emas tentu akan mudah dialami terutama bagi anda yang memilih jenis emas perhiasan dan sering digunakan. Jika hal ini sampai terjadi, tentunya anda akan mengalami kerugian yang cukup besar.

ü  Warna emas dapat memudar
Risiko lainnya yang bisa saja didapatkan ketika berinvestasi dengan emas adalah warna pada emas dapat memudar sehingga menurunkan nilai jual emas. Warna emas bisa memudar dengan cepat apalagi jika tidak melakukan perawatan dengan benar.
Nilai jual emas yang turun tentunya akan membuat anda mengalami kerugian. Sehingga sangat disarankan bagi yang berivestasi dengan emas agar merawat dengan baik emas-emas anda agar nilai jualnya tetap tinggi.

ü  Emas palsu
Bagi yang masih awam dalam bisnis investasi emas, tentunya harus sangat memperhatikan risiko yang satu ini karena sangat rawan terjadi. Bahkan tidak hanya pihak individual saja yang dapat mengalami penipuan seperti ini, pihak bank atau pegadaian juga bisa saja mengalami penipuan seperti ini.
Baik emas dalam bentuk batang, perhiasan, koin, dan lainnya dapat mudah dipalsukan saat ini. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika melakukan transaksi jual beli emas di tempat yang mas misalnya saja seperti bank syariah, pegadaian, toko-toko emas yang memang sudah tepecaya.

ü  Masalah pada teknis
Banyak sekali orang yang belum memahami dengan benar tentang standar dan perhitungan harga emas yang berlaku. Sehingga pada saat ingin menjual emas, hasil yang didapatkan akan kurang maksimal.
Bahkan bagi yang masih awam, anda bisa saja ditipu dengan perhitungan yang tidak transparan sehingga nilai jual emas anda tidak terlalu tinggi. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika anda mempelajari terlebih dahulu standar harga serta perhitungan yang tepat dari emas sehingga proses jual beli emas tepat dan tidak merugikan anda nantinya.
ü  Praktik investasi bodong
Hal yang satu ini mungkin kerap terjadi pada saat melakukan investasi emas, terutama bagi anda yang masih pemula dalam bidang ini. Ada beberapa pihak yang biasanya menawarkan investasi emas dengan keuntungan yang cukup besar.
Namun jika anda mengalami hal ini, sebaiknya jangan tertarik terlebih dahulu. Bisa saja hal ini merupakan salah satu tindakan penipuan. Akan lebih aman jika anda berinvestasi emas di tempat yang sudah tepecaya.
Return Investasi Emas ?
Keuntungannya tidak terlalu tinggi, namun investasi jenis ini dinilai aman dan likuid, paling tidak harta kita tidak akan tergerus.

Meski demikian, ada beberapa kelemahan berinvestasi di emas atau logam mulia. Investor harus punya tempat khusus untuk menyimpan emas-emasnya itu.

Selain itu, saat ini kilau emas sudah tidak lagi cemerlang seperti 12 tahun silam. Dulu, kenaikan harga emas atau logam mulia setiap tahunnya bisa lebih dari 12%.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, kenaikan harga emas mulai terbatas, hanya 10-12% setiap tahunnya. Bahkan, dalam 5 tahun terakhir, kenaikan harga emas hanya 6-7% per tahun.
Ragam Produk Emas ?
*      Investasi Emas dalam Bentuk Real Asset :
  1. Emas Batangan 
Emas batangan adalah emas yang berbentuk batangan atau logam, seperti logam mulia ANTAM. Emas batangan ini merupakan investasi emas yang paling populer dan aman, karena emas batangan dapat dijual dengan mudah dan cepat serta tidak dikenai pajak ataupun biaya lainnya. Sehingga sangat patut sekali untuk dijadikan pilihan dalam berinvestasi.
  1. Emas Perhiasan
Saat kita membeli perhiasan emas di toko perhiasan maka kita juga diharuskan untuk membayar lebih banyak dikarenakan adanya ongkos pembuatan emas dan akan dikenai pajak (PPN). Dan saat kita ingin menjual perhiasan emas kembali, biasanya toko perhiasan hanya akan membayar emasnya saja. Jadi ongkos pembuatannya tidak dihitung, sehingga harga jual emas menjadi berkurang. Maka dari itu investasi perhiasan emas sangat tidak disarankan untuk investasi jangka pendek. Investasi emas perhiasan lebih cocok untuk investasi jangka panjang.
  1. Koin Emas
Koin emas sering dijadikan investasi bagi seseorang yang ingin memiliki tabungan untuk mempersiapkan ibadah haji, maka dari itu sering disebut ONH (Ongkos Naik Haji). Investasi ini sebenarnya sama dengan investasi emas lainnya karena memiliki harga yang mengikuti harga mata uang asing (dolar Amerika Serikat) dan aman terhadap inflasi.
  1. Dinar Emas
Dinar emas merupakan sarana investasi yang tahan terhadap inflasi sehingga nilai instrinsiknya tidak menyusut. Di Indonesia, Dinar Emas diproduksi UBPP Logam Mulia PT Aneka Tambang yang telah memiliki kualitas standar internsional dan telah disertifikasi LBMA.
  1. Emas Kuno
Emas kuno berbentuk koin yang telah berumur ratusan hingga ribuan tahun. Emas kuno memiliki harga jual tinggi karena memiliki nilai sejarah sehingga sangat baik jika dijadikan koleksi dan sarana investasi.
  1. Emas Lokal
Emas lokal (cukim) merupakan emas yang proses pemurniannya dilakukan oleh industri-industri kecil atau industri rumah tangga di suatu daerah. Karena itu, harga emas lokal di masing-masing daerah tidak sama, bergantung pada tingkat kemurniannya.
*      Investasi Emas dalam Bentuk Paper Asset :
1.    Sertifikat Emas 
Sertifikat emas merupakan bukti kepemilikan emas yang tersimpan di bank suatu Negara. Sertifikat emas ini merupakan investasi yang menguntungkan dan aman karena seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya penyimpanan emas, berbeda dengan investasi emas dalam bentuk fisik yang membutuhkan biaya penyimpanan di safe deposit box yang ada di bank.
2.    Saham Perusahaan Emas
Harga saham perusahaan akan bergerak naik apabila keadaan pasar emas sedang naik. Harga saham perusahaan bergerak naik lebih cepat daripada harga emas fisik. Meskipun menguntungkan, tapi tetaplah berhati-hati karena investasi ini memilki risiko.
3.    Kontrak Emas Berjangka
Dengan perkembangan teknologi yang cepat, maka semakin mudah dalam berinvestasi. Salah satunya emas dapat diperjualbelikan sebagai komoditas di pasar perdagangan berjangka (futures trading). Sehingga seseorang tidak perlu memegang fisik emas, cukup dengan bukti administrasi kepemilikan. Perdagangan emas berjangka termasuk produk trading derivative product, yang memiliki leverage tinggi.
4.    Reksa Dana Emas
Investasi ini tetap memberikan keuntungan pada seseorang tanpa harus menyimpan emas fisik. Reksa Dana Emas ini tidak hanya ditanamkan pada perdagangan emas fisik, namun juga dilibatkan dalam transaksi saham perusahaan pertambangan emas.
Sayangnya di Indonesia belum ada investasi reksa dana emas, (sampai tahun 2017). Jika teman-teman pembaca ada yang mendengar informasi tersebut, silakan share atau beri info melalui kolom komentar di bawah ini, terima kasih.
5.    ETF (Exchande Trade Funds) Emas
ETF (exchange trade funds) merupakan jenis reksa dana emas yang sahamnya dapat diperdagangkan di bursa efek (pasar modal). ETF memiliki sedikit perbedaan dengan reksa dana, dimana transaksi jual beli ETF dengan reksa dana berbasis emas melalui lantai bursa.
Di Indonesia belum ada produk investasi ETF emas. Sejauh ini jenis ETF yang ada adalah ETF untuk perdagangan saham. Dalam artikel ini kami coba cari informasi mengenai cotntoh ETF emas.

3.     OBLIGASI

Mengapa Obligasi Termasuk Instrumen Investasi?
Bagi sebagian orang, investasi obligasi masih merupakan hal yang awam dan banyak diketahui. Hal ini dikarenakan rata-rata masyarakat belum terlalu mengenal bentuk investasi obligasi, sehingga masih banyak yang menyimpan uangnya di deposito.
Namun demikian, hasil investasi dari menyimpan uang di deposito tidak menjamin nilai uang seseorang tidak tergerus inflasi. Menanggapi hal ini, obligasi dapat menjadi alternatif investasi karena dapat memberikan hasil investasi yang lebih tinggi. Obligasi bisa jadi jawaban bagi yang ingin mencari keamanan berinvestasi untuk kebutuhan keuangan di masa depan.
Kelebihan Dan Kekurangan Obligasi ?
*      Kelebihan Obligasi
- Tingkat bunga obligasi bersifat konsisten, dalam arti tidak dipengaruhi harga pasar obligasi
- Pemegang obligasi dapat memperkirakan pendapatan yang akan diterima, sebab dalam kontrak perjanjian sudah ditentukan secara pasti hak-hak yang akan diterima pemegang obligasi
- Investasi obligasi dapat pula melindungi resiko pemegang obligasi dari kemungkinan terjadinya inflasi
- Obligasi dapat digunakan sebagai agunan kredit bank dan untuk membeli instrumen aktiva lain
*      Kelemahan Obligasi / Kekurangan Obligasi
- Tingkat bunga pasar keuangan dengan harga obligasi mempunyai hubungan negatif,apabila harga obligasi naik maka tingakat bunga akan turun dan sebaliknya
- Tingkat likuiditas obligasi rendah,hal ini dikarenakan pergerakan harga obligasi,khususnya apabila harga obligasi menurun
- Resiko penarikan,apabila dalam kontrak perjanjian obligasi ada persyaratan penarikan obligasi,perusahaan dapat menarik obligasi sebelum jatuh tempo dengan membayar sejumlah premi
- Resiko kecurangan apabila perusahaan penerbit mempunyai masalah likuiditas dan tidak mampu melunasi kewajibannya ataupun mengalami kebangkrutan,maka pemegang obligasi akan menderita kerugian

Cara Membeli Obligasi ?
ü  Membuka Rekening
Bagi Anda yang akan menjadi investor obligasi, tahap awal yang perlu Anda lakukan adalah memilih perusahaan sekuritas yang memiliki divisi fixed income yang menangani pembelian dan penjualan obligasi.
Mengingat investasi obligasi memiliki risiko yang tinggi, Anda perlu lebih selektif dalam melakukan pemilihan perusahaan yang akan menjadi tempat saluran dana investasi Anda.
Anda disarankan untuk memiliki perusahaan dengan pengalaman, tim yang solid – baik trader atau dealer ataupun riset serta fee yang kompetitif.
Informasi mengenai perkembangan dan perdagangan obligasi setiap bisa Anda dapatkan melalui pembukaan rekening. Dengan demikian pergerakan pasar obligasi secara akurat dan up to date juga Anda dapatkan.
ü  Pahami Produk Obligasi
Pahami secara pasti dan mendetail bahkan menyeluruh mengenai produk investasi, potensi risiko dan juga setiap keuntungan yang Anda dapatkan melalui investasi obligasi.
Anda disarankan untuk mempelajari setiap instrument obligasi secara lengkap agar Anda dapat mengenal jenis investasi dengan baik dan mempermudah Anda dalam pengambilan keputusan investasi.
Setiap instrument obligasi dapat Anda pelajari secara mandiri ataupun informasi yang Anda dapatkan dari bagian riset perusahaan sekuritas, tempat Anda membuka rekening atau bisa juga melalui internet.
ü  Lakukan Analisis
Analisis perlu dilakukan agar keputusan yang diambil dapat sesuai dengan apa yang diinginkan, yaitu kestabilan pendapatan.
-       Lakukan analisis seperti kupon, jangka waktu, nilai penerbitan dan peringkat.
-       Pertimbangkan juga latar belakang dari profil penerbit (debitur).
-       Gali informasi selengkapnya mengenai hal tersebut agar Anda mendapatkan kesimpulan apakah Anda akan meminjamkan uang Anda pada perusahaan tersebut atau tidak.
-       Pertimbangkan untung rugi dengan mendetail.
-       Sangat disarankan agar Anda membandingkan antara obligasi yang sejenis.

ü  Amanat Beli Kepada Trader atau Broker
Jika Anda sudah melalui tahap analisis, Anda akan memperoleh jenis obligasi yang ingin dibeli.
Setelah itu, Anda dapat memberikan amanat pembelian kepada trader atau broker obligasi yang telah Anda pilih.
Selanjutnya, pihak trader akan melakukan pembelian obligasi sesuai dengan jenis serta harga yang diinginkan.
ü  Persiapkan Dana Investasi
Setelah amanat pembelian diajukan, tentu dana investasi perlu Anda persiapkan. Jangan sampai Anda mengalami keterlambatan pembayaran karena akan mendapatkan penalti.
Selain, itu jangan biarkan melakukan penempatan dana tunai yang mendadak karena akan mengganggu kelancaran aliran arus kas keuangan Anda dan keluarga.
ü  Penyelesaian Pembayaran
Pembayaran obligasi dapat dilakukan melalui transfer ke rekening perusahaan sekuritas yang bersangkutan.
Obligasi yang Anda beli akan tercantum dalam rekening perusahaan sekuritas yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).
Selanjutnya, administrasi pembukuan akan dilakukan oleh bank kustodian perusahaan sekuritas.
Resiko Investasi Obligasi ?
1.    Risiko Likuiditas
Risiko Likuiditas adalah risiko yang memang akan melekat pada semua jenis obligasi, baik itu obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi.
Dilihat dari penyebabnya, risiko ini muncul karena adanya kemungkinan tidak likuidnya suatu obligasi yang diperdagangkan atau dengan kata lain obligasi tersebut tidak mudah untuk dijual di pasar sekunder.
Bagi para investor obligasi pasti memahami hal ini dimana pasar sekunder obligasi tidak seramai pasar sekunder saham.
Di pasar sekunder saham saja tetap ada saham yang tidak likuid, demikian juga dalam pasar obligasi.
Jika muncul cukup banyak permintaan beli akan obligasi atau dengan kata lain ada pihak yang berperan sebagai market maker (pembeli) atau penjual stand-by, maka obligasi akan menjadi likuid.
2.    Risiko Maturitas
Risiko ini walaupun juga melekat pada semua jenis obligasi, namun risiko maturitas lebih mengarah pada obligasi korporasi dan berkaitan dengan masa jatuh tempo obligasi.
Para investor obligasi pasti sudah mengerti akan hal ini dimana semakin lama jatuh tempo suatu obligasi makan semakin besar juga tingkat ketidakpastian sehingga semakin besar pula risiko maturitas-nya.
3.    Risiko Default
Risiko default hanya terdapat pada jenis obligasi korporasi.
Oleh karena obligasi korporasi tidak dijamin oleh pemerintah seperti ORI dan SUN, maka para investor obligasi yang berinvestasi pada jenis obligasi korporasi harus menyadari betul jika investasinya tidak kembali jika obligasi jatuh tempo atau korporasi mengalami kebangkrutan.

Return Investasi Obligasi ?
PASAR OBLIGASI: 2017, Investasi Obligasi Diprediksi Berikan Return 8,9%-13,4%
Bisnis.com, JAKARTA— Mandiri Sekuritas memprediksi pasar obligasi dengan denominasi rupiah masih akan memberikan return positif pada tahun ini, meski tidak akan sebesar pada 2016.
Head of Fixed Income Research PT Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan pada 2017, Mandiri Sekuritas memprediksi adanya return positif dalam investasi di pasar obligasi rupiah, meski tidak akan sebesar kinerja 2016.
Hal tersebut seiring dengan hilangnya sejumlah katalis positif, seperti yield global bond, yang kemungkinan sudah berada di posisi terbawah (bottomed) karena pengetatan kondisi moneter global, dan lemahnya nilai mata uang karena kenaikan Fed Fund Rate.
Volatilitas juga kemungkinan akan tinggi tahun ini karena semakin tingginya tingkat ketidakpastian seiring dengan hasil Brexit dan agenda politik di AS dan negara-negara Eropa.
Handy memprediksi nilai pasar wajar untuk yield obligasi rupiah pemerintah bertenor 10 tahun pada 7,25% (rentang: 6,91%-7,55%, vs. 7,97% pada akhir 2016-YE2016). Prediksi tersebut dengan asumsi yield obligasi pemerintah AS (US treasury) bertenor 10 tahun pada 2,6%, suku bunga 7-day reverse repo rate pada 4,75%, credit defaut swap (CDS) tenor 5 tahun pada 157, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rp13.400 pada YE2017.
“Prediksi itu memberikan cerminan rerata return dari investasi pada obligasi rupiah pemerintah pada rentang 8,9%-13,4% pada 2017,” jelas Handy dalam risetnya, Senin (23/1/2017).
Sementara, pada 2016, ada sejumlah event global yang mengejutkan. Mulai dari Brexit dan hasilnya, kemenangan Trump dalam persaingan memperebutkan kursi presiden AS, persetujuan OPEC untuk menurunkan produksi minyak, dan keputusan suku bunga yang lebih agresif (hawkish) dari federal open market committee (FOMC) di AS pada Desember.
Meski demikian, pasar obligasi (bond) rupiah Indonesia memiliki ketahanan dan membukukan keuntungan solid 14% (16,7% dalam mata uang US$) sejak rerata yield surat utang pemerintah turun 55 bps pada 2016.
Kemudian, obligasi rupiah Indonesia berada di posisi teratas di pasar obligasi mata uang lokal pemerintah Asia. Hal tersebut sejalan dengan prediksi positif Mandiri Sekuritas terhadap pasar obligasi rupiah setahun lalu.
Ragam Produk Obligasi ?
Ø  Obligasi Suku Bunga Tetap
Ø  Obligasi Suku Bunga Mengembang (Floating Rate Note)
Ø  Obligasi Berimbal Hasil Tinggi (Junk Bond)
Ø  Obligasi Tanpa Bunga
Ø  Obligasi Inflasi
Ø  Obligasi Indeks Berbasis Ekuiti
Ø  Obligasi Subordinasi
Ø  Obligasi Abadi
Ø  Obligasi Atas Unjuk
Ø  Obligasi Tercatat

4.     REKSADANA

Mengapa Reksadana Termasuk Instrumen Investasi?
Salah satu alternatif investasi adalah reksa dana, yang merupakan pilihan yang cocok untuk investor pemula yang ingin memulai berinvestasi. reksa dana cocok untuk investor pemula karena dapat dimulai dengan modal yang sedikit dan dikelola secara profesional oleh manajer investasi, yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lantas apa itu reksa dana?
Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi, ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito. Reksa dana merupakan instrumen investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta manajer investasi yang mengelolanya juga terdaftar dan diawasi oleh OJK. Jadi Anda tidak perlu khawatir dana Anda akan hilang
Apa Kelebihan dan Kekurangan Berinvestasi Reksadana?
*      Kelebihan:
-       Tidak perlu dana besar. Hanya dengan satu juta rupiah atau kurang, Anda sudah bisa berinvestasi pada saham berbagai perusahaan.
-       Diawasi oleh Pemerintah. Reksa dana diatur dan diawasi oleh Pemerintah dari mulai tata-cara penjualan, penempatan dana, sampai rincian jenis informasi yang harus disediakan kepada calon pembeli.
-       Ada banyak pilihan. Anda dapat menemukan reksa dana yang mengkhususkan diri pada pasar uang, pendapatan tetap, saham, atau campuran. Reksa dana saham dapat berfokus pada perusahaan tertentu seperti LQ 45, syariah index, dll.
*      Kekurangan :
-       Imbal hasil tidak dijamin. Anda tidak bisa tahu berapa persen tingkat pengembalian dari uang Anda yang ditanamkan di reksa dana. Anda bahkan tidak tahu apakah uang itu bisa kembali seluruhnya karena reksa dana tidak termasuk jenis investasi yang dijamin oleh Pemerintah.
-       Tidak dirancang sebagai investasi jangka pendek. Dengan beberapa pengecualian, terutama reksa dana pasar uang, reksa dana umumnya dirancang untuk investasi jangka panjang yang nilainya tumbuh dari waktu ke waktu namun dapat naik-turun secara tajam di sepanjang waktu. Bila Anda menarik dana Anda pada jenis reksadana seperti itu saat posisi pasar sedang di bawah, Anda mungkin akan kehilangan uang.  Dalam hal ini, reksa dana bukanlah pilihan pertama untuk dana darurat.
-       Fee dan biaya. Pengelola reksa dana membebani management fee, komisi penjualan, denda penarikan, dll pada uang yang Anda tanamkan. Beban-beban tersebut dihitung dengan berbagai cara, seperti persentase dana atau per transaksi. Anda perlu mencermati apakah biaya yang dikeluarkan sepadan dengan imbal hasil investasi yang diberikan.
Bagaimana Cara Pembelian Reksadana untuk Investasi?
  1. Skema MI
Datangi manajer investasi (MI) atau agen penjual reksadana.
Mengisi formulir transaksi dilengkapi identitas diri.
Nilai aktiva bersih (NAB) per unit penyertaan bisa berubah setiap hari tergantung waktu pengembalikan formulir pembelian plus menyetor dana ke bank kustodian. Ingat pembayaran lewat rekening atau transfer ke bank kustodian, tidak langsung secara tunai ke agen penjual atau manajer investasi.
Investor mendapat surat konfirmasi sebagai bukti kepemilikan, namun bisa juga manajer investasi hanya akan mengirimkan laporan bulanan tentang perkembangan hasil investasinya.
Cermati biaya pembelian atau biaya-biaya lain seperti biaya pengalihan dan biaya penjualan kembali.
  1. Skema Bank
Selain pembelian langsung lewat MI, skema lain untuk membeli reksadana bisa melalui Bank. Ada beberapa bank yang melayani pembelian reksadana misalnya BCA, bank Mandiri dan Bank Commonwealth.
Sedangkan bila langsung ke MI yang menjual reksadana, harus terlebih dahulu melakukan transfer dana dan konfirmasi ulang pembayaran.
Namun agak disayangkan tidak semua customer service maupun tenaga marketing dibekali pengetahuan tentang reksadana, meskipun bank yang bersangkutan sebenarnya menjual reksadana. Sehingga penting bagi pihak bank untuk mempersiapkan SDM terutama customer service maupun marketing untuk memahami dengan baik apa itu reksadana.
Return Investasi Reksadana?

Dalam investasi Reksadana, Anda akan membeli yang namanya: Unit Penyertaan. Unit penyertaan adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan di Reksadana tersebut.

Jumlah unit penyertaan ini akan berubah seiring dengan pembelian atau penjualan Reksadana.

Unit penyertaan ada harganya, yaitu Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV). Jumlah unit penyertaan yang Anda peroleh tergantung dari harga NAB/NAV per unit pada hari dimana Anda membeli Reksadana tersebut.

Naik turunnya nilai investasi di Reksadana ditentukan oleh perkembangan harga NAB per unit.

Untuk memahami transaksi dalam Reksadana, silahkan perhatikan ilustrasi di bawah ini
- Pada tanggal 30 Mei 2012, Anda membeli Reksadana Schroders Istimewa sebesar Rp. 5.000.000. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp. 2.000 Maka unit penyertaan yang Anda miliki adalah 5.000.000/2.000 = 2.500 unit penyertaan.
- Pada tanggal 10 April 2013, Anda menjual seluruh Reksadana Schroder. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp 3.000. Maka total investasi yang Anda dapatkan adalah 3.000 x 2.500 = Rp.7.500.000

Berapa keuntungan investasi di Reksadana?

→ Nilai investasi naik dari awal 5 juta menjadi 7.5 juta sehingga return adalah 50%.

Ilustrasi lain dibawah ini:

- Pada tanggal 30 Mei 2012, Anda membeli Reksadana Schroders Istimewa sebesar Rp. 5.000.000. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp. 2.000 Maka unit penyertaan yang Anda miliki adalah 5.000.000/2.000 = 2.500 unit penyertaan.
- Pada tanggal 10 April 2013, Anda menjual seluruh Reksadana Schroder. NAB/unit Reksadana Schroder pada hari itu adalah Rp 1.500. Maka total investasi yang Anda dapatkan adalah 1.500 x 2.500 = Rp.3.750.000.

Berapa keuntungan investasi di Reksadana?

→ Nilai investasi turun dari awal 5 juta menjadi 3.75 juta sehingga return adalah minus 25%.

Resiko Yang Umum Dalam Berinvestasi di Reksa Dana
Ø  Keuntungan Tidak Dijamin
Investor harus menyadari bahwa dengan berinvestasi dalam Reksa Dana, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian dividen, keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi.
Ø  Risiko Umum Pasar Modal
Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa unsur risiko pasar. Oleh karena itu, Reksa Dana mungkin rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil dari:
-       global, regional atau perkembangan ekonomi nasional;
-       kebijakan pemerintah atau kondisi politik;
-       development in regulatory framework, law and legal issues
-       pergerakan suku bunga secara umum;
-       sentimen investor yang luas, dan
-       guncangan eksternal (misalnya: bencana alam , perang dan lain-lain)
Ø  Risiko Efek
Ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek. beberapa contohnya adalah Kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di downgrade.
Ø  Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa.
Ø  Risiko Inflasi
Risiko tingkat inflasi adalah risiko potensi kerugian daya beli investasi Anda karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.
Ø  Risiko Pembiayaan Pinjaman
Jika dana pembelian unit Reksa Dana didapat dari pinjaman, maka investor perlu memahami bahwa:
Pinjaman meningkatkan kemungkinan baik untuk untung maupun rugi;
Jika nilai investasi turun dibawah tingkat tertentu, investor mungkin diminta oleh lembaga keuangan untuk menambah agunan, atau mengurangi jumlah pinjaman ke level yang disyaratkan;
Biaya pinjaman dapat bervariasi dari waktu ke waktu tergantung pada fluktuasi suku bunga;
Risiko menggunakan pinjaman harus di pertimbangkan secara berhati-hati karena mengandung risiko.
Ø  Risiko Ketidakpatuhan
Hal ini mengacu pada risiko terhadap Reksa Dana dan keuntungan investor yang dapat timbul karena  ketidak-sesuaian terhadap hukum, aturan, peraturan, etika dan Policy and Procedure internal dari Manajer Investasi.
Ø  Risiko Manajer Investasi
Kinerja setiap Reksa Dana sangat bergantung antara lain pada, pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan teknik / proses investasi yang diterapkan oleh Manajer Investasi, dan setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak buruk pada kinerja Reksa Dana sehingga akan merugikan investor.
Ragam Produk Reksadana ?
  1. Reksadana menurut Portofolio
Umumnya masyarakat lebih mengenal jenis reksadana ini berdasarkan portofolio yang mengacu pada Peraturan Bapepam-LK Nomor IV.C.3 mengenai Pedoman Pengumuman Harian NAB Reksa Dana Terbuka.
Ada 4 (empat) macam jenis reksadana untuk kategori ini yakni:
1. Reksadana Pasar Uang
2. Reksadana Pendapatan Tetap
3. Reksadana Saham
4. Reksadana Campuran

  1. Reksadana Terstruktur
Terdapat beberapa jenis reksadana lainnya diluar empat jenis reksadana konvensional di atas. Mengacu pada dengan Peraturan Bapepam-LK Nomor IV.C.4. jenis reksadana ini disebut sebagai ReksadDana Terstruktur.
Jenis-Jenis Reksadana Terstruktur :
1. Reksadana Terproteksi / Capital Protected Funds (CPF)
2. Reksadana dengan Penjaminan / Capital Guaranleed Funds (CGF).
3. Reksadana Indeks.

C. Exchange Traded Fund (ETF)
Secara sederhana, ETF adalah reksadana yang unit penyertaannya diperjualbelikan di bursa efek; misalnya Bursa Efek Jakarta (BEJ).
Jadi, jenis reksadana yang diperdagangkan di bursa itu bisa jadi reksadana yang sudah lama kita kenal. Bisa reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran atau reksadana indeks. Bedanya, unit penyertaannya diperdagangkan di bursa.
Untuk bisa diperdagangkan di bursa, produk ETF harus melewati proses layaknya pencatatan perdana saham perusahaan. Manajer investasi pun harus menawarkan prospektusnya. Maka, rincian portofolio yang selama ini menjadi rahasia dapur manajer investasi mestinya menjadi lebih transparan dalam penawaran ETF.

D. Reksadana melalui Asuransi (Unit Link)
Berkembangnya produk asuransi yang memberikan pilihan investasi kepada pemegang polisnya, yang sering disebut unit link, memberikan fenomena baru dalam petumbuhan industri reksadana.
Unit link adalah perpaduan antara proteksi dan investasi. Jika kita perhatikan, banyak produk unit link yang porsi investasinya memanfaatkan baik secara langsung atau tidak langsung produk-produk reksadana.
Sebagai contoh, suatu produk unit link yang menawarkan investasi saham kepada pemegang polis untuk porsi investasinya menggunakan suatu reksadana Saham yang dikelola manajer investasi tertentu. Sementara, unit link lain yang menawarkan investasi obligasi dapat menggunakan reksadana Pendapatan Tetap sebagai sarananya.
Dengan demikian, pemegang polis dapat langsung memonitor kineija investasi yang dipilihnya dalam produk unit link melalui informasi publik yang tersedia untuk kinerja reksadana yang bersangkutan. Perpaduan keduanya ternyata cukup diminati oleh nasabah yang ingin menggabungkan proteksi dan investasi sekaligus.
Sudah banyak perusahaan asuransi yang bekerjasama dengan manajer investasi untuk menawarkan produk asuransi yang didalamnya juga terkait dengan investasi melalui reksadana.

5.     SUKUK

Mengapa Sukuk Termasuk Instrumen Investasi?

Berbicara Investasi banyak sekali instrument yang menjanjikan, salah satu nya adalah sukuk ini. Dimana umat manusia menginginkan berinvestasi dengan profit yang cukup serta keberkahan di dalam nya. sukuk merupakan salah satu efek yang diperdagangkan di pasar modal saat ini. Baik di dunia international maupun di tingkat nasional. Instrumen keuangan ini tumbuh pesat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan instrumen keuangan konvensional lainnya.

Salah satu instrumen keuangan Islam yang tengah berkembang pesat saat ini adalah Sukuk. Sukuk pada hakikatnya merupakan sertifikat kepemilikan atas suatu aset (proyek riil) yang dapat digunakan dalam skala besar untuk membiayai pembangunan. Sukuk dipandang sebagai alternatif yang lebih baik daripada berutang karena antara lain mengandung unsur kerja sama investasi, berbagi risiko dan keterlibatan aset (proyek riil) yang juga mendasari penerbitan sukuk.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Investasi Sukuk?

Beberapa kelebihan sukuk antara lain:
a. Dapat menjangkau investor yang lebih luas, terutama bagi investor yang concern terhadap aspek Syariah,
b. Untuk mendiversifikasikan portofolio sebagai sumber dana,
c. Penawaran yang relatif masih rendah, dengan tingkat permintaan yang tinggi,
d. Pada umumnya, sukuk memiliki harga yang rendah atau minimal sama dibandingkan dengan obligasi konvensional.
Sedangkan beberapa kelemahan sukuk antara lain;
a. Struktur yang lebih rumit karena mensyaratkan adanya asset yang mewadahinya (underlying asset),
b. Pajak dan ketidakpastian hukum,
c. Tidak memiliki benchmark yang resmi, karena sukuk pemerintah belum diterbitkan.
Bagaimana Cara Pembelian Sukuk Untuk Investasi?
  1. Melalui Mekanisme Pasar Perdanaa
Disebut demikian karena membeli langsung pada agen yang ditunjuk resmi oleh negara untuk melakukan jual beli Sukuk Ritel. Dengan mekanisme tersebut syarat yang perlu dilengkapi cukup sederhana, pertama jelas harus menghubungi Agen penjualan Sukuk Ritel yang telah ditunjuk oleh negara.

Selanjutnya, Anda bisa melakukan pengisian formulir sebagaimana yang telah disediakan oleh pihak Agen Penjual Sukuk Ritel (SR). Melampirkan persyaratan terkait data diri dan kependudukan seperti misalnya KTP serta hal lain sebagaimana yang diminta dan diperlukan oleh pihak keagenan.
Mekanisme berikutnya adalah mekanisme keuangan murni seperti misalnya, melakukan transfer dana sesuai dengan jumlah yang ingin dibeli, penerimaan tanda bukti kepemilikan sekaligus juga melakukan pengambilan sisa dana yang ditransfer apabila jumlah Sukuk yang diterbitkan oleh pihak emiten (Pemerintah) tidak mencukupi sebagaimana jumlah dana yang diberikan, memperoleh penjatahan, selanjutnya hanya tinggal menunggu proses investasi bergulir sebagaimana tenor yang diajukan oleh emiten.

2. Melalui Mekanisme Pasar Sekunder
Untuk proses yang kedua ini, pembelian dilakukan melalui mekanisme sebagaimana yang ada dalam proses pembelian obligasi yaitu melalui mekanisme bursa atau perbankan. Proses memakan waktu kurang lebih 2 minggu hingga pihak pembeli Sukuk mendapatkan apa yang disebut dengan Surat Konfirmasi Kepemilikan Sukuk Ritel yang dikeluarkan oleh pihak bursa atau bank umum sesuai dengan mekanisme sekunder yang diikuti.
Jika dilihat dari prosesnya jelas Sukuk sama dengan obligasi, yang aman dan bisa menguntungkan dari segi investasi. Namun memahami cara penggunaannya, ada beberapa perbedaan dalam beberapa hal yang harus diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan efek negatif dari investasi yang sedang berjalan.
Risiko Investasi Sukuk
Ø  Risiko Pasar
Risiko pasar terjadi karena adanya pergerakan pasar secara menyeluruh. Pada instrumen sukuk, risiko pasar ini dapat berupa risiko terhadap tingkat suku bunga di pasar sekunder sukuk dan risiko nilai tukar mata uang asing (bila sukuk diterbitkan dalam denominasi selain rupiah).
Ø  Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko yang timbul, khususnya untuk sukuk yang diperjualbelikan di pasar sekunder, diakibatkan oleh pasar sekunder yang belum likuid dan belum terbentuk dengan baik. Pasar yang tidak likuid dapat mengakibatkan investor kesulitan menjual sukuk dengan nilai yang wajar. Dengan demikian, investor dapat mengalami kesulitan mendapatkan dana untuk kepentingan likuiditas dalam waktu yang cepat.
Ø  Risiko Operasional
Risiko operasional bisa timbul dalam kegiatan bisnis sebagai akibat dari pengelolaan yang tidak tepat atau karena faktor eksternal. Risiko ini bisa berupa risiko kegagalan pembayaran oleh penerbit sukuk, risiko pembayaran kupon dan risiko yang terkait dengan aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk.
Ø  Risiko Hukum
Dalam penerapan konsep-konsep syariah, seperti penyusunan struktur sukuk dan penggunaan underlying asset, terdapat kemungkinan belum terakomodasi dalam ketentuan hukum yang berlaku, sehingga suatu struktur tidak dapat diaplikasikan karena tidak selaras dengan peraturan tersebut.
Ø  Risiko tidak Sesuai dengan Syariah
Risiko ketidaksesuaian syariah terjadi apabila sukuk yang diterbitkan tidak mengikuti kaidah atau prinsip-prinsip syariah yang telah ditentukan dalam fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Kesesuaian dengan syariah dapat mencakup pada struktur sukuk yang digunakan, dokumen hukum penerbitan sukuk, underlying asset yang digunakan, serta penggunaan dana hasil penerbitan sukuk (proceeds). Risiko dalam bentuk ini juga bisa terjadi apabila ada perbedaan antara pemahaman dan penerapan akad syariah pada penerbitan sukuk
Return Investasi Sukuk?
  1. Dipegang Sampai Jatuh Tempo
Investor Budi membeli Sukuk sebesar Rp10 juta dengan tingkat imbalan 10% per tahun dan tidak dijual sampai dengan jatuh tempo.
Hasil yang diperoleh adalah:
→ Imbalan = Rp10.000.000 x 10% x 1/12 = Rp83.000 diterima setiap bulan sampai dengan jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo, nominal yang diterima adalah Rp10 juta.

  1. Dijual di Pasar Sekunder – Untung
Investor Budi yang membeli Sukuk di pasar perdana sebesar Rp10 juta dengan tingkat imbalan 10% per tahun dan dijual di pasar sekunder dengan harga 105%.
Hasil yang diperoleh adalah:
→ Imbalan = Rp10.000.000 x 10% x 1/12 = Rp83.000 diterima setiap bulan sampai dengan saat dijual
→ Capital gain = Rp10.000.000 x (105-100)% = Rp500.000. Pada saat dijual, nominal yang diterima adalah Rp10.500.000, yang berasal dari pokok Sukuk Ritel ditambah dengan capital gain

  1. Dijual di Pasar Sekunder – Rugi
Investor Budi membeli Sukuk di pasar perdana sebesar Rp10 juta dengan tingkat imbalan 10% per tahun dan dijual di pasar sekunder dengan harga 95%.
Hasil yang diperoleh adalah:
→ Imbalan = Rp10.000.000 x 10% x 1/12 = Rp83.000 diterima setiap bulan sampai dengan saat dijual
→ Capital loss = Rp10.000.000 x (95-100)% = – Rp500.000. Pada saat dijual, nominal yang diterima adalah Rp9.500.000, yang berasal dari pokok Sukuk Ritel dikurangi dengan capital loss.
Ragam Produk Sukuk
*      Sukuk Ijarah
Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad ijarah, dimana satu pihak bertindak sendiri atau melalui wakilnya menyewakan hak manfaat atas suatu aset kepada pihak lain berdasarkan harga dan periode yang disepakati, tanpa diikuti perpindahan kepemilikan aset itu sendiri.
*      Sukuk Mudharabah
Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad mudharabah, dimana satu pihak menyediakan modal (rab-al-maal/shahibul maal) dan pihak lain menydiakan tenaga dan keahlian (mudharib), keuntungan dari kerjasama tersebut akan dibagi berdasarkan proporsi perbandingan (nisbah) yang disepakati sebelumnya. Kerugian yang timbul akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyedia modal, sepanjang kerugian tersebut tidak ada unsur moral hazard (niat tidak baik dari mudharib).
*      Sukuk Musyarakah
Sukuk yang diterbitkan berdasarka perjanjian atau akad musyarakah, dimana dua pihak atau lebih bekerjasama menggabungkan modal untuk membangun proyek baru, mengembangkan proyek yang sudah ada, atau membiayai kegiatan usaha. Keuntungan maupun kerugian yang timbul ditanggung bersama sesuai dengan jumlah partisipasi modal masing-masing pihak.
*      Sukuk Istishna
Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad istishna, dimana para pihak menyepakati jual-beli dalam rangka pembiayaan suatu proyek atau barang. Adapun harga, waktu penyerahan dan spesifikasi proyek/barang ditentukan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan.

6.    SAHAM

Mengapa Saham Termasuk Instrumen Investasi?

Saham merupakan salah satu investasi yang tergolong high risk high return. Saham secara singkat dapat diartikan sebagian kepemilikan atas suatu perusahaan yang dijual oleh perusahaan itu sendiri. Pembeli saham akan merasakan keuntungan maupun kerugian yang diderita oleh perusahaan tersebut. Pada umumnya, keuntungan yang didapat dari investasi saham lebih tinggi dari bunga bank. Hal ini dikarenakan perusahaan memperoleh modal dari berbagai sumber, salah satunya adalah pinjaman bunga bank. Karena itu, perusahaan harus menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dari bunga bank agar dapat membayar hutangnya. Keuntungan perusahaan dibagikan dalam bentuk dividen pada akhir tahun kepada setiap pemegang saham sesuai besar saham yang dimilikinya. Investasi saham membutuhkan keahlian yang tinggi untuk dapat terus memprediksi iklim pasar. Selain itu, investasi ini juga harus terus menerus dipantau.
Kelebihan Dan Kekurangan Saham
v  Kelebihan Investasi Saham:
  1. Memberikan potensi return yang tinggi dan berkesinambungan.
  2. Sangat likuid, saat anda ingin menjualnya, pembeli tersedia. (hal ini dikarenakan Saham memiliki bursa tersendiri yakni Bursa Efek Indonesia yang mempertemukan pihak penjual dan pembeli.)
  3. Tidak memerlukan rekruitmen karyawan baru
  4. Tidak memerlukan perawatan
  5. Tidak perlu membayar pajak selama memilikinya.
  6. Nilai saham dapat dipantau dengan mudah di media – media cetak maupun visual.
v  Kekurangan Investasi Saham:
  1. Potensi return yang tinggi pada saham kadang juga diiringi potensi rugi yang besar akibat salah pilih saham.
  2. Karena sangat likuid, kadangkala menjadikannya terlalu fluktuatif sehingga saat kita mau menjual harganya tidak sesuai ekspektasi.
  3. Tidak memerlukan pegawai, artinya anda sendiri yang memantau investasi saham anda. Kadangkala investor melupakan investasinya karena sibuk pada urusan lain sehingga investasinya terbengkalai.
  4. Karena harga saham sangat mudah dipantau, kadangkala mempengaruhi psikologis investor untuk bertindak irasional, terlalu optimis, kadang emosional, dan panik. Bandingkan jika seseorang memiliki tanah untuk investasi, karena harga pasaran sulit diketahui, investor tanah tersebut tidak tahu perubahan harga secara harian.
Bagaimana Cara Membeli Saham Untuk Investasi?
  1. Membuka Rekening Efek
Untuk membeli saham atau bermain saham di BEI terlebih dulu anda diwajibkan untuk membuat rekening saham atau efek atas nama pribadi. Lalu dimanakah tempat untuk membuka rekening saham? Jika anda hendak membuka rekening tabungan tentu saja anda pergi ke bank. Namun apabila anda mau membuka rekening saham maka anda harus datang ke sebuah perusahaan sekuritas terdekat.
Untuk pembuatan rekening saham sama seperti prosedur tata cara membuka rekening tabungan di bank. Anda bisa memulainya dengan modal kecil. Untuk membuka rekening saham hal yang harus dilakukan adalah mengisi aplikasi permohonan pembukaan rekening efek atau saham. Selanjutnya pihak perusahaan sekuritas meminta saldo awal minimal Rp 5 juta.
  • Persyaratan Dokumen Untuk Buka Rekening Saham
Sementara itu, beberapa dokumen yang dibutuhkan dalam pembuatan rekening saham efek, antara lain:
1) Fotocopy KTP sebagai identitas diri
2) Data ahli waris
3) Data alamat tempat tinggal
4) Fotocopy buku rekening tabungan di bank
5) Data pekerjaan atau usaha

  1. Memilih Saham
Ada banyak jenis saham yang bisa anda pilih yang disebut pula emiten. Pastikan anda memilih saham yang mempunyai prospek bagus ke depan, mempunyai pergerakan nilai yang baik, konsisten memberikan laba deviden yang termasuk saham unggulan.
Dalam membeli saham-saham unggulan tersebut tentu saja diperlukan analisa mendalam baik secara teknikal dan fundamental. Analisa memilih saham yang tepat dan menguntungkan meliputi analisis perkembangan kesehatan perusahaan, peningkatan keuntungan, dan menentukan waktu yang tepat untuk membeli saham berdasarkan grafik yang tersedia dan lain-lain.

  1. Membeli Saham
  • Membeli saham lewat pialang atau perusahaan broker saham. Anda bisa menelepon langsung perusahaan broker untuk membeli saham yang anda inginkan. Atau sobat bisa datang langsung ke kantor perusahaan sekuritas tempat membuka rekening saham anda tersebut. Kemudian memerintahkan untuk membeli saham yang telah anda tentukan.
  • Membeli saham secara langsung online. Dengan cara memasukkan order pembelian saham di aplikasi trading saham online system. Setiap broker saham pastinya telah mempunyai layanan aplikasi online ini dan anda bisa memintanya dari mereka. Aplikasi software system yang mesti diinstal di komputer, netbook, smartphone, laptop, tablet atau ponsel anda yang berbasis windows phone, blackberry, android maupun sistem lainnya. Agar investor (anda) bisa melakukan order pembelian saham atau penjualan saham secara online.
Resiko Investasi Saham
  1. Tidak ada pembagian deviden
Terjadi jika emiten tidak dapat membukukan laba pada tahun yang berjalan dan RUPS memutuskan deviden digunakan untuk ekspansi usaha.
  1. Capital Loss
Terjadi jika harga jual saham lebih murah daripada harga belinya.
  1. Resiko di likuidasi
Jika emiten dilikuidasi, maka pemegeng saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban emiten terbayarkan.
  1. Saham delisting dari Bursa
Terjadi jika karena beberapa alasan tertentu saham dapat dihapus pencatatannya (delisting) di Bursa, sehingga pada akhirnya saham tersebut tidak dapat di perdagangkan.
Return Investasi Saham?
Berikut ini contoh perhitungan return atau hasil investasi saham :
Pak Ari membeli saham PT ABCDEFG pada tanggal 5 Januari 2017 seharga Rp1.000 per lembar. Jika:
Skenario 1
Pada tanggal 5 Januari 2018, Pak Ari menjual saham PT ABCDEFG pada harga Rp1.250 per lembar, maka Pak Ari mendapatkan return atau hasil investasi sebesar:
= [Rp1.250 – Rp1.000] : [Rp1.000]
= 25% atau 0,25 kali lipat.
→ Kesimpulan: Return atau hasil investasi pak Ari adalah untung atau gain sebesar 25%.

Skenario 2
Pada tanggal 5 Januari 2018, Pak Ari menjual saham PT ABCDEFG pada harga Rp750 per lembar, maka Pak Ari mendapatkan return atau hasil investasi sebesar:
= [Rp750 – Rp1.000] : [Rp1.000]
= -25% atau 0,25 kali lipat.
→ Kesimpulan: Return atau hasil investasi pak Ari adalah rugi atau loss sebesar 25%.
Ragam Produk Saham
Ø  Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim
  1. Saham Biasa (Common Stocks)
Saham jenis ini mempunyai karakteristik yaitu bisa melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Namun demikian, pemilik atau pemegang saham jenis ini hanya memiliki kewajiban yang terbatas. Keuntungannya adalah jika terjadi resiko terburuk misalnya perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
  1. Saham Preferen (Preferred Stocks)
Jenis saham ini didesain sebagai gabungan antara obligasi dan saham biasa. Beberapa investor menyukai jenis saham yang bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Secara umum, karakteristik saham preferen sama halnya dengan saham biasa yang bisa mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut, dan membayar dividen. Pemegang saham ini juga bisa melakukan klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa. Hal ini yang membuat saham ini mirip dengan obligasi, dan banyak diminati investor.
Ø  Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya
  1. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya. Hal ini bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor lainnya. Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan memang untuk diperjualbelikan. Investor tidak perlu khawatir karena secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  1. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Kebalikan dari saham atas unjuk, pada saham atas nama pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam kertas saham dan cara peralihannya pun juga harus melalui prosedur tertentu.
Ø  Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan
  1. Blue Chip Stocks
Jenis saham ini banyak diburu investor karena berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai petinggi di industrinya, dan memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
  1. Income Stocks
Jenis saham ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Kemampuan menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersediri bagi investor.
  1. Growth Stocks
(Well-Known)
Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.
(Lesser-Known)
Walaupun bukan sebagai petinggi dalam industri, namun jenis saham ini tetap memiliki ciri growth stock. Biasanya merupakan saham dari perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
  1. Speculative Stocks
Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.
  1. Counter Cyclical Stocks
Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Ilustrasinya jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

SUMBER :






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Produksi PT Ultra Milk Industry

CSR & BISNIS INTERNASIONAL