Tugas Pengantar Bisnis
PENGERTIAN FRANCHISE
Franchise (Waralaba) adalah hak-hak untuk menjual
suatu produk atau jasa maupun layanan.
Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia,
waralaba adalah perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan
dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari
ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan
persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan
dan atau penjualan barang dan jasa.
Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang
dimaksud dengan waralaba ialah:
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada
pelanggan akhir dengan pengwaralaba (franchisor) yang memberikan hak kepada
individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem,
prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu
tertentu meliputi area tertentu.
https://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba
(25/10/2017)
CARA KERJA FRANCHISE
cara melakukan kerjasama di bidang bisnis antara 2 (
dua ) atau lebih perusahaan, di mana 1 ( satu ) pihak akan bertindak sebagai
franchisor dan pihak yang lain sebagai franchisee, di mana di dalamnya diatur
bahwa pihak – pihak franchisor sebagai pemilik suatu merek yang terkenal,
memberikan hak kepada franchisee untuk melakukan kegiatan bisnis dari / atas
suatu produk barang atau
jasa, berdasar dan
sesuai rencana komersil
yang telah dipersiapkan, diuji
keberhasilannya dan diperbaharui dari waktu ke waktu, baik atas dasar hubungan
yang eksklusif ataupun noneksklusif, dan sebaliknya suatu imbalan tertentu akan
dibayarkan kepada franchisor
sehubungan dengan hal
tersebut. Selanjutnya Munir Fudy mengatakan lagi
bahwa Franchisee adalah
suatu lisensi kontraktual
diberikan oleh franchisor kepada franchisee yang :
1
Mengizinkan atau mengharuskan franchisee selama jangka waktu franchise,
untuk melaksanakan bisnis tertentu dengan menggunakan nama khusus yang dimiliki
atau berhubungan dengan pihak franchisor.
2
Memberikan hak kepada franchisor untuk melaksanakan pengawasan berlanjut
selama jangka waktu franchise terhadap aktivitas bisnis franchise oleh
franchisee.
3
Mewajibkan pihak franchisor untuk menyediakan bantuan kepada franchisee
dalam hal melaksanakan bisnis franchise
tersebut semisal memberikan bantuan pendidikan, perdagangan,
manajemen, dan lain-lain.
4
mewajibkan pihak franchisee
untuk membayar secara
berkala kepada franchisor sejumlah uang sebagai
imbalan penyediaan barang dan jasa oleh pihak franchisor.
PERKEMBANGAN FRANCHISE DI INDONESIA
Di Indonesia, sistem waralaba mulai dikenal pada
tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui
pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan
dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu pewaralaba tidak sekadar
menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya. Agar
waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus
dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi
pengwaralaba maupun pewaralaba. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara
yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya
di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia
dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan
Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997
tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007
tentang Waralaba. Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian
hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut:
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara
Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia
Dagang.
Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum
terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum
untuk berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun
1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat
melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya
di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena
para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba diwajibkan
mengembangkan bisnisnya melalui waralaba master (master franchise) yang
diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan.
Dengan mempergunakan sistem piramida atau sistem sel, suatu jaringan format
bisnis waralaba akan terus berekspansi. Ada beberapa asosiasi waralaba di
Indonesia antara lain APWINDO (Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia), WALI
(Waralaba & License Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Ada
beberapa konsultan waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans
Consulting, FT Consulting, Ben WarG Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa
pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow
diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise
and Business Concept Expo (Dyandra), Franchise License Expo Indonesia (Panorama
convex), Info Franchise Expo (Neo dan Majalah Franchise Indonesia).
https://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba
(25/10/2017)
MCDONALD’S
McDonald's Corporation NYSE: MCD (di Indonesia
terkenal dengan sebutan McD, dibaca Mekdi) adalah waralaba rumah makan siap
saji terbesar di dunia. Hidangan utama di restoran-restoran McDonald's adalah
hamburger, namun mereka juga menyajikan minuman ringan, kentang goreng dan
hidangan-hidangan lokal yang disesuaikan dengan tempat restoran itu berada.
https://id.wikipedia.org/wiki/McDonald%27s
(26/10/2017)
SEJARAH MCDONALD’S
Bisnis perusahaan ini dimulai pada tahun 1940 dengan
dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino,
California. Mereka memperkenalkan "Speedee Service System" pada tahun
1948, yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji modern. Maskot awal
McDonald's yang bernama Speede, adalah seorang pria dengan kepala berbentuk
hamburger yang menggunakan topi koki. Speede kemudian digantikan oleh Ronald
McDonald pada tahun 1963.
McDonald's saat ini tidak menjadikan tahun 1940
sebagai tahun kelahiran restoran McDonald's. Mereka memilih 15 April 1955,
ketika Ray Kroc membeli lisensi waralaba McDonald's dari Dick dan Mac di Des
Plaines, Illinois, sebagai hari kelahirannya. Kroc kemudian membeli saham dari
McDonald's bersaudara dan memimpin perusahaan ini melakukan ekspansi ke seluruh
dunia. Saham McDonald's mulai dijual kepada publik tahun 1965.
Sifat agresif yang dimiliki Kroc bertentangan dengan
keinginan McDonald bersaudara. Kroc dan McDonald bersaudara bertikai untuk
mengontrol bisnis ini, namun akhirnya McDonald bersaudaralah yang pergi
meninggalkan perusahaan. Pertikaian ini didokumentasikan baik dalam otobiografi
Kroc maupun otobiografi McDonald bersaudara. Situs di mana McDonald bersaudara
pertama kali mendirikan restoran kini dijadikan monumen.
Dengan ekspansi agresifnya ke seluruh penjuru dunia,
McDonald's dijadikan sebagai simbol globalisasi dan penyebar gaya hidup orang
Amerika.
https://id.wikipedia.org/wiki/McDonald%27s
(25/10/2017)
PERKEMBANGAN USAHA MCDONALD’S
Bisnis perusahaan ini dimulai di tahun 1940 dengan
dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino,
California. Mereka memperkenalkan “Speedee Service System” pada tahun 1948,
yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji moderen. Maskot awal
McDonald’s, yang bernama Speede, adalah seorang pria dengan kepala berbentuk
hamburger yang menggunakan topi koki. Speede kemudian digantikan oleh Ronald
McDonald di
McDonald’s saat ini tidak menjadikan tahun 1940
sebagai tahun kelahiran restoran McDonald’s. Mereka memilih 15 April 1955,
ketika Ray Kroc membeli lisensi waralaba McDonald’s dari Dick dan Mac di Des
Plaines, Illinois, sebagai hari kelahirannya. Kroc kemudian membeli saham dari
McDonald’s bersaudara dan memimpin perusahaan ini melakukan ekspansi ke seluruh
dunia. Saham McDonald’s mulai dijual kepada publik tahun 1965.
Sifat agresif yang dimiliki Kroc bertentangan dengan
keinginan McDonald bersaudara. Kroc dan McDonald bersaudara bertikai untuk
mengontrol bisnis ini, namun akhirnya McDonald bersaudara lah yang pergi
meninggalkan perusahaan. Pertikaian ini didokumentasikan baik dalam otobiografi
Kroc maupun otobiografi McDonald bersaudara. Situs di mana McDonald bersaudara
pertama kali mendirikan restoran kini dijadikan monumen.
Dengan ekspansi agresifnya ke seluruh penjuru dunia,
McDonald’s dijadikan sebagai simbol globalisasi dan penyebar gaya hidup orang
Amerika. Pada tahun 1960, terdapat lebih dari 200 saluran McDonald’s di seluruh
Amerika, perluasan cepat yang dikobarkan oleh biaya franchise yang rendah. Ray
Kroc telah menciptakan salah satu merek yang paling kuat sepanjang masa. Tetapi
dia nyaris tidak mendapat keuntungan. Akhirnya, dia memutuskan untuk
menggunakan real estate sebagai pendukung keuangan yang menyebabkan McDonald’s
menjadi operasi yang menguntungkan. Pada tahun 1956, Kroc mendirikan Franchise
Realty Corporation, membeli tanah dan bertindak selaku pemilik restoran bagi
pembeli franchise yang penuh minat.
Kroc seketika tahu bahwa dia telah melihat masa
depan. “Malam itu dalam kamar motel saya, saya berpikir keras tentang apa yang
saya lihat siang harinyal. Bayangan restoran McDoland’s yang tersebar di
sekitar perempatan jalan di seluruh negara berpawai melalui otak saya.”
Dengan persetujuan di tangan, Kroc mulai memenuhi
bayangannya tentang restoran McDonald’s yang meledak dari pantai ke pantai. Dia
memulai dengan membangun mata rantai pertama kongsi restoran ini – sebuah model
eksperimewntal di Des Plaines, illinois, di luar kota Chicago, yang bersifatkan
harga rendah yang sama, demikian pula menu yang terbatas, dan pelayanan cepat
seperti di restoran San Bernardino. Restoran yang dibuka pada tanggal 15 April
1955 ini mencapai penjualan yang terhormat sebesar $366,12 dengan cepat
memasukkan keuntungan. Kroc mengawasi restoran ini dengan waspada seperti
seorang ibu baru, secara pribadi memimpin kegiatan dapur dan mengorek sisa
permen karet dari pelataran parkir dengan pisau raut. Bagi Kroc, meniru satu
kedai tunggal kakak-beradik McDonald baru permulaannya. Supaya bisa membangun
kongsi restoran, Kroc tahu bahwa dia harus memberlakukan disiplin atas industri
restoran yang dikelola secara longgar. Dan itu berarti menyempurnakan prosedur
operasi yang distandarkan dalam proses yang bisa ditiru. Empat puluh tahun
sebelumnya, Henry Ford sudah menyadari bahwa produksi masal mobil memerlukan
perkawinan antara presisi bagian-bagian mobil dan proses perakitan yang
efisien. Wawan Kroc adalah menerapkan disiplin yang sama pada pembuatan
sandwich.
Restoran McDonald’s pertama didirikan pada tahun
1940 oleh dua bersaudara Dick dan Mac McDonald, namun kemudian dibeli oleh Ray
Kroc dan diperluas ke seluruh dunia.
Forbes menulis pada tahun 1975, “Kalau Kroc
bepergian, dia bersikeras menyuruh sopirnya membawanya paling sedikit ke enam
restoran McDonald’s untuk melakukan inspeksi kejutan.”. Walaupun dia membunuh
persaingan, persaingan tidak membunuh Ray Kroc. Dia meninggal dunia dalam usia
lanjut pada bulan Januari 1984, pada umur delapan puluh satu tahun, tepat
sepuluh bulan sebelum McDonald’s menjual hamburger yang ke-50 milyar.
Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000
rumah makan di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000
orang dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang.
Lambang McDonald’s adalah dua busur berwarna kuning
yang biasanya dipajang di luar rumah-rumah makan mereka dan dapat segera
dikenali oleh masyarakat luas.
Restoran McDonald’s pertama di Indonesia terletak di
Sarinah, Jakarta dan dibuka pada 23 Februari 1991. Berbeda dari kebanyakan
restoran McDonald’s di luar negeri, McDonald’s juga menjual ayam goreng dan
nasi di restoran-restorannya di Indonesia.
JENIS WARALABA MCDONALD’S
Kebanyakan waralaba dapat diklasifikasikan sebagai
distributor bisnis gaya rantai atau pengaturan manufaktur.
• Bisnis gaya – rantai (chain-style business) suatu
perusahaan diperbolehkan menggunakan nama dagang suatu perusahaan lain dengan
mengikuti petunjuk yang berhubungan dengan harga dan penjualan produk tersebut.
Beberapa contoh adalah McDonald’s, CD Warehouse, Holiday Inn, Subway dan Pizza
Hut.
McDonald’s Mengganti Nama menjadi ToniJack’s
Pemicu perubahan nama tersebut adalah sengketa
kepemilikan lisensi waralaba antara Bambang Rachmadi selaku salah satu master
franchise McDonald’s di Indonesia dengan partner bisnisnya. Sengketa tersebut
berujung pada hengkangnya Bambang berikut dengan 13 gerai McDonald’s-nya.
Bambang mengklaim telah membesarkan McDonald’s Indonesia
selama kurun waktu 20 tahun terakhir. “Perubahan ini semata-mata untuk
melindungi kepentingan 800 karyawan yang berada dibawah kepemimpinan saya,”
ujar Bambang saat acara pembukaan gerai ToniJack’s di Gedung Sarinah, Jakarta.
Bambang tidak sendirian menjalankan ToniJack’s. Ia
menggandeng Suryo B. Sulisto, Komisaris Utama PT. Bumi Resources dan Komisaris
Utama PT Giordano Indonesia. Suryo akan kebagian peran sebagai pengelola
restoran.
Berdirinya ToniJack’s bakal meramaikan persaingan
antar gerai cepat saji di Indonesia. Gerai waralaba baru ini bakal bersaing
ketat dengan McDonald’s. Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan
Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menilai langkah Bambang ini sangat
strategis dalam upaya mengembangkan franchise lokal.
Adanya ToniJack’s, tidak membuat McDonald’s gentar.
Dian Supolo, Direktur Marketing dan Komunikasi PT McDonald’s Indonesia mengaku
tidak gentar dengan berpisahnya 13 gerai Bambang menjadi Tonijack’s sebagai
pesaing barunya.
McDonald’s Tidak Kuatir Dengan Keberadaan ToniJack’s
Sebanyak 13 gerai restoran cepat saji McDonald’s
resmi berganti nama menjadi ToniJack’s Indonesia terhitung sejak Kamis (1/10).
Setelah berganti nama, manajemen ToniJack’s Indonesia akan melebarkan sayap
bisnisnya menjadi waralaba gerai cepat saji lokal. Logo ToniJack’s Yang
menggantikan logo McDonald di 13 Gerainya
Pemicu perubahan nama tersebut adalah sengketa
kepemilikan lisensi waralaba antara Bambang Rachmadi selaku salah satu master
franchise McDonald’s di Indonesia dengan partner bisnisnya. Sengketa tersebut
berujung pada hengkangnya Bambang berikut dengan 13 gerai McDonald’s-nya.
Bambang mengklaim telah membesarkan McDonald’s
Indonesia selama kurun waktu 20 tahun terakhir. “Perubahan ini semata-mata
untuk melindungi kepentingan 800 karyawan yang berada dibawah kepemimpinan
saya,” ujar Bambang saat acara pembukaan gerai ToniJack’s di Gedung Sarinah,
Jakarta.
Bambang tidak sendirian menjalankan ToniJack’s. Ia
menggandeng Suryo B. Sulisto, Komisaris Utama PT. Bumi Resources dan Komisaris
Utama PT Giordano Indonesia. Suryo akan kebagian peran sebagai pengelola
restoran.
Berdirinya ToniJack’s bakal meramaikan persaingan
antar gerai cepat saji di Indonesia. Gerai waralaba baru ini bakal bersaing
ketat dengan McDonald’s. Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan
Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menilai langkah Bambang ini sangat
strategis dalam upaya mengembangkan franchise lokal.
Adanya ToniJack’s, tidak membuat McDonald’s gentar.
Dian Supolo, Direktur Marketing dan Komunikasi PT McDonald’s Indonesia mengaku
tidak gentar dengan berpisahnya 13 gerai Bambang menjadi Tonijack’s sebagai
pesaing barunya.
PENDAPATAN PERTAHUN MCDONALD’S
Pengusaha Bambang Rachmadi membeberkan setoran yang
sudah diberikan McDonald's Indonesia ke McDonald's Corp. Hingga akhir tahun
2007, McDonald's Corp diperkirakan telah menikmati keuntungan dari McD
Indonesia hingga Rp 1,2 triliun.

Komentar
Posting Komentar